Sempat Berkibar 1 Jam, Bendera Bulan Bintang Diturunkan Aparat di Aceh

Kompas.com Dipublikasikan 08.07, 15/08 • Kontributor Banda Aceh, Daspriani Y Zamzami
KOMPAS.COM/DASPRIANI Y. ZAMZAMI
Bendera Bulan BIntang berkibar di depan Kantor DPW Partai Aceh, pada saat peringatan 15 tahun Perdamaian Aceh.

BANDA ACEH, KOMPAS.com - Sempat berkibar selama satu jam, aparat keamanan kemudian menurunkan bendera Aceh yang dikibarkan di halaman kantor pengurus Partai Aceh di kawasan Batoh, Banda Aceh, Sabtu siang.

Bendera bergambar bulan bintang ini dikibarkan karena memperingati hari damai Aceh yang diperingati setiap tanggal 15 Agustus.

Tanggal 15 Agustus tahun 2005 lalu, Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka berhasil menghentikan pertikaian dan konflik yang sudah berlangsung selama 30 tahun di Aceh.

Keduanya berdamai dengan menandatangani MoU Helsinki yang dilakukan di Helsinki, Finlandia dan difasilitasi oleh Crisis Management Initiative (CMI) dengan ketuanya Marti Ahtisari.

Baca juga: Ulang Tahun GAM, Bendera Bulan Bintang Sempat Berkibar di Lhokseumawe

Aksi pengibaran dan upacara bendera bulan bintang dengan melantunkan azan tidak mengganggu keamanan dan ketertiban.

Suasana dan lalu lintas di sekitar kantor Partai Aceh berjalan normal. Tidak ada kerumunan massa selain pengurus, anggota dan simpatisan Partai Aceh.

Juru bicara Partai Aceh, Muhammad Saleh menyebutkan, pengibaran bendera tersebut adalah legal, karena lambang bendera sudah dituangkan dalam qanun alias peraturan daerah Aceh.

“Kami tidak mengibarkan bendera secara sembunyi-sembunyi, lagian bendera Aceh ini sudah sah dan sudah diatur dalam qanun alias peraturan daerah, sudah dilembardaerahkan. Jadi ini legal,” kata Muhammad Saleh usai menaikkan bendera bulan bintang tersebut, Sabtu (15/8/2020)

Belasa personel polisi juga terlihat berjaga di sekitar kantor Partai Aceh, untuk menghindari kerumunan massa.

Aparat keamanan pun terlihat melakukan negosiasi dengan pengurus Partai Aceh, hingga akhirnya bendera bulan bintang yang dikibarkan berdampingan dengan bendera merah putih dan lambang partai ini pun akhirnya diturunkan.

“Kami sudah mengibarkannya dan berniat menurunkannya sore hari nanti, tapi sudah diturunkan oleh aparat keamanan, ya sudah,” kata Muhammad Saleh.

Selain di sekretariat DPW Partai Aceh, bendera bulan bintang juga coba dikibarkan di sejumlah lokasi, termasuk di Meuligoe Wali Nanggroe Aceh tempat peringatan 15 tahun Perdamaian Aceh dipusatkan.

Sejumlah orang yang belum diketahui dari pihak mana berlari ke arah helikopter yang ditumpangi Wali Nanggroe dan Forkopimda Aceh, sambil membawa bendera bulan bintang.

Massa mendesak Wali Nanggroe yang juga Ketua DPW Partai Aceh, Muzakkir Manaf, turun dari helikopter untuk menaikkan bendera bulan bintang di tiang bendera yang berada di depan gedung Meuligoe Wali Nanggroe.

Baca juga: Jelang Ulang Tahun GAM, Aparat Keamanan Antisipasi Pengibaran Bendera Bulan Bintang

Rencananya, helikopter ini terbang menuju Lhokseumawe untuk menuju lokasi acara penanaman pohon memperingati 15 tahun Perdamaian Aceh.

Satu helikopter milik polisi tampak terbang meninggalkan lokasi. Sementara satu helikopter lagi gagal terbang.

Wali Nanggroe Aceh Muzakkir Manaf dan Ketua DPR Aceh dievakuasi menggunakan sebuah mobil.

 

 

Penulis: Kontributor Banda Aceh, Daspriani Y ZamzamiEditor: Farid Assifa

Artikel Asli