Selain 'Dari Jendela SMP', Ini 6 Sinetron yang Disemprit KPI

Keepo.me Dipublikasikan 06.51, 10/07/2020 • Ade Wismoyo

Selain tayangkan adegan dewasa, beberapa sinetron juga tunjukkan adegan kekerasan fisik dan verbal.

Sinetron Dari Jendela SMP yang mempunyai rating tinggi ternyata menuai kontroversi. KPAI atau Komisi Perlindungan Anak Indonesia membuat laporan pada KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) agar memberi teguran pada pihak stasiun televisi. KPAI bahkan meminta agar sinetron yang menceritakan percintaan murid SMP itu tak ditayangkan lagi. Alasannya, sinetron tersebut dinilai tak memberikan contoh baik dan justru cenderung berpotensi ditiru oleh penonton remaja. Dalam sinetron ini, ditampilkan cerita pernikahan di bawah umur dan kehamilan yang dialami oleh siswi SMP.

Selain Dari Jendela SMP, KPI pernah menyentil beberapa judul sinetron yang dinilai menampilkan adegan-adegan tak layak siar karena sinetron-sinetron tersebut bukan hanya disaksikan oleh penonton dewasa namun juga remaja dan anak-anak yang rentan terkena dampak negatifnya. Berikut ini adalah 6 judul sinetron yang pernah mendapat teguran dari KPI.

1.Ganteng-Ganteng Serigala

www.merdeka.com
www.merdeka.com

Dilansir dari Republika.co.id, sinetron Ganteng-Ganteng Serigala yang tayang perdana pada 21 April 2014 sempat mendapat teguran dari KPI lantaran memperlihatkan adegan sepasang kekasih yang masih berseragam sekolah tampak berpelukan di lingkungan sekolah. Adegan tersebut dinilai tak mendidik dan dapat dicontoh oleh para remaja yang menonton.

Sinetron ini pun akhirnya berhenti tayang di episode 471 pada 8 Agustus 2015. Sinetron ini dibintangi oleh para pesinetron muda seperti Aliando, Prilly Latuconsina, hingga Kevin Julio

2.Siapa Takut Jatuh Cinta

sumsel.tribunnews.com
sumsel.tribunnews.com

Sinetron berikutnya yang pernah disemprit oleh KPI adalah sinetron berjudul Siapa Takut Jatuh Cinta yang dibintangi oleh Verrel Bramasta dan Natasha Wilona. Sinetron ini mengangkat kisah percintaan dan gejolak kehidupan kawula muda kelas atas dengan segala konflik yang melatarinya.

Dilansir dari Tribunnews.com, KPI memberi teguran pada tayangan ini karena menampilkan adegan seorang pria mencium wanita dan juga memperlihatkan adegan ranjang sehingga tak layak tayang untuk disaksikan oleh anak-anak dan remaja di bawah umur.

3.ABG Jadi Manten

www.intipseleb.com
www.intipseleb.com

Dilansir dari KPI.go.id, sinetron yang dibintangi oleh Hardi Fadillah dan Melody Prima ini mendapat peringatan karena memperlihatkan adegan penyeteruman seseorang dengan menggunakan raket nyamuk elektrik. Hal ini dikhawatirkan akan ditiru oleh anak-anak dan remaja, jika mereka menonton sinetron tersebut tanpa dampingan orang dewasa.

4.Pashmina Aisha

www.mnccontents.com
www.mnccontents.com

Dilansir dari KPI.go.id, pihak KPI pusat telah melayangkan surat kepada stasiun televisi yang menayangkan sinetron berjudul Phasmina Aisha karena dinilai melanggar ketentuan yang berlaku. Dalam surat yang terpampang di laman resmi KPI, tertulis bahwa dalam sinetron ini terdapat adegan kekerasan, di mana ada seorang perempuan yang memukul perut dan kaki temannya dengan tongkat bisbol.

Pihak KPI lantas meminta pihak terkait untuk membenahi Program Sinetron Pashmina Aisha yang sarat akan tindak kekerasan karena berpotensi ditiru oleh para penonton yang masih di bawah umur.

5.Ayah Mengapa Aku Berbeda

www.kapanlagi.com
www.kapanlagi.com

Sinetron berikutnya yang mendapat teguran tertulis dari KPI adalah sinetron berjudul Ayah Mengapa Aku Berbeda. Sinetron ini ditegur karena menayangkan adegan anak berseragam sekolah sedang mengintimidasi temannya dengan kata-kata tak pantas seperti, "anak pembawa celaka, muka tembok, rambut besi, badan batako".

Menurut KPI, jenis pelanggaran yang ada dikategorikan sebagai pelanggaran atas perlindungan terhadap anak-anak, program tentang lingkungan pendidikan dan program yang mengandung kekerasan.

6.Diam-Diam Suka

www.tabloidbintang.com
www.tabloidbintang.com

Sinetron yang dibintangi Derby Romero, Dimas Anggara, dan juga personel BLINK ini tayang pada 11 November 2013 silam dan digemari banyak penonton karena menampilkan bintang-bintang muda yang menarik perhatian. Sayangnya, sinetron ini juga mendapat teguran dari KPI karena dalam penayangannya menampilkan adegan yang tidak pantas.

Dilansir dari website KPI, disebutkan bahwa sinetron tersebut menayangkan secara eksplisit adegan perkelahian dan saling pukul antar remaja, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan dicontoh oleh generasi muda.

Meskipun sebagian besar sinetron-sinetron di atas sudah tak tayang lagi, para warganet meminta KPI tetap mengambil sikap tegas untuk memerangi sinetron-sinetron yang masih saja menyajikan jalan cerita tak mendidik, apalagi yang mengarah pada pergaulan bebas anak-anak remaja. Begitu pula dengan KPAI, mereka diminta untuk lebih tegas melindungi anak Indonesia dari pengaruh negatif tayangan sinetron baik di televisi maupun internet.

Artikel Asli