Sejarah Mandi, Dulu Hanya Dilakukan Sesekali di Pemandian Umum!

Bobo.id Dipublikasikan 06.50, 13/08 • Anindya Miriati
Ilustrasi mandi (Dok. Majalah Bobo/Ode)

Bobo.id - Setelah bermain di luar seharian, rasanya badan kita penuh keringat.

Biasanya mandi setelah pergi bermain adalah kebiasaan bagi sebagian teman-teman.

Mungkin di antara teman-teman juga termasuk dari mereka yang biasa mandi dua kali sehari.

Namun, ternyata kebiasaan mandi sesering ini baru lazim dilakukan sejak 100 tahun lalu, lo.

Bagaimana bisa?

Mandi di Era Peradaban Kuno

Sekitar 300 Masehi, Bangsa Romawi Kuno memiliki teknologi luar biasa untuk mandi.

Mereka membangun gedung-gedung besar yang dipanaskan yang didorong oleh saluran air.

Air yang disalurkan sudah panas secara alami dengan karena adanya energi panas bumi dari mata air di daerah Romawi Kuno.

Karena struktur rumit ini, pemandian hanya ada di tempat umum dan bukan di rumah masing-masing.

Dengan begitu, mereka akan pergi ke pemandian umum tiap kali mau mandi.

Meski masyarakat Romawi Kuno memiliki pemandian air panas, mereka tidak menggunakan sabun, lo.

Mereka seringkali hanya melakukan eksofoliasi.

Caranya, minyak dibalur ke seluruh tubuh dan ditaburi debu di atasnya hingga kering dan kemudian dikelupas.

Rakyat biasa pada saat itu juga mungkin akan menghabiskan beberapa jam setiap hari di pemandian umum yang ada.

Ini karena mereka bisa mendapatkan makanan, perawatan kesehatan, hingga perawatan rambut di sana.

Hanya orang-orang Mesir menggunakan sabun untuk membersihkan dirinya.

Sabun pada masa itu terbuat dari gabungan lemak hewan dan larutan alkali yang tidak terlalu kasar pada kulit manusia.

Kebanyakan orang tidak membersihkan diri menggunakan sabun hingga abad ke-19.

Era Medieval di Eropa

Pada abad ke-14, terdapat mitos mengerikan tenang mandi saat terjadi wabah yang disebut sebagai Black Death.

Para dokter yang ditanya Raja Perancis pada masa itu menganggap kalau wabah menyebar saat orang mandi.

Ketika seseorang mandi, pori-pori mereka akan terbuka dan wabah tersebut masuk dari sana.

Lapisan kotoran yang baik dan padat bisa mencegah benda-benda buruk masuk ke dalam tubuh.

Karena sekitar satu dari setiap tiga orang Eropa terkena wabah, banyak orang akhirnya berhenti mandi.

Hal ini masih dipercayai hingga lima abad kemudian, lo!

Di waktu itu, terutama di Eropa pada abad ke-17, orang-orang mulai tercium bau tidak sedap karena jarangnya mereka mandi.

Alih-alih untuk menutup bau badan sendiri, orang-orang pada masa itu menggunakan parfum supaya tidak mencium bau orang lain.

Namun, kepercayaan dan kebiasaan ini hanya terjadi di Eropa teman-teman.

Sedangkan di daerah Asia dan India yang memiliki ritual mandi secara relijius tidak memercayai tradisi ini.

Mandi di Era Modern

Kini, mandi sudah menjadi kebiasaan tiap orang di seluruh dunia.

Kalau dulu orang-orang jarang mandi, sekarang beberapa orang malah terlalu rajin mandi.

Dalam sebuah survey, bahkan ada orang yang mandi hingga lima kali sehari!

Tak hanya itu, saat ini juga hampir tiap rumah memiliki setidaknya satu kamar mandi yang dipakai oleh penghuni rumah itu saja.

Sebenarnya, mandi terlalu sering tidak memiliki banyak manfaat menurut para dokter.

Cuci tangan dengan sering memang penting untuk mencegah terjadinya penyebaran penyakit.

Meski begitu, membasuh dan membersihkan seluruh badan sesekali diperlukan untuk mencegah munculnya panu jamur di badan.

Asal tidak terlalu sering, mandi juga bermanfaat bagi tubuh, kok!

Kita juga bisa merasa lebih segar dan tidur dengan nyaman di malam hari.

Kalau teman-teman biasanya mandi berapa kali sehari?

-----

Teman-teman, kalau ingin tahu lebih banyak tentang sains, dongeng fantasi, cerita misteri, dunia satwa, dan komik yang kocak, langsung saja berlangganan majalah Bobo, Mombi SD, NG Kids dan Album Donal Bebek. Caranya melalui: www.gridstore.id

Atau teman-teman bisa baca versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di ebooks.gramedia.com

Artikel Asli