Sehari 120 Ribu Penumpang Lion Air ‘ Hilang’

Manado Post Diupdate 04.09, 05/08/2020 • Dipublikasikan 11.09, 05/08/2020 • MPID
Sehari 120 Ribu Penumpang Lion Air ‘ Hilang’

MANADOPOST.ID— Industri penerbangan saat ini tengah diujung tanduk akibat pandemi Covid-19.  Ini bukan lagi sekedar prediksi, tapi kenyataan yang memang diakui oleh top manajemen burung besih. Baik yang berstatus BUMN atau pun swasta. Salah satunya Lion Air Group.

Presiden Direktur Lion Air Group Edward Sirait mengungkapkan bahwa ada penurunan sekitar 73,3 persen pegerakan penerbangan selama masa pandemi. “Nah, rata-rata dulu penerbangan kami itu 1.400-1.500 flight per hari. Hari ini kurang lebih 400-an flight seluruh Indonesia,” ujarnya dikutip dari JawaPos.com.

Edward menjelaskan, dengan asumsi satu armada hanya boleh membawa 150 orang, maka jumlah penumpang hanya sekitar 60 ribu per harinya. Angka ini turun 66 persen dibandingkan kondisi sebelum pandemi. Yang bisa 180 ribu sehari.

Artinya, saat pandemi ini, Lion Air Group kehilangan sekira 120 penumpang per hari. “Kurang lebih 60 ribu penumpang per hari, yang dulunya itu hampir 180 ribu penumpang,” sebutnya.

Dia pun membeber, mobilitas masyarakat yang menggunakan angkutan udara saat ini lebih banyak untuk mengunjungi keluarga atau bekerja. “Jadi peminatnya sebenarnya masih lebih dominan orang kantor, tapi yang berwisata belum kelihatan,” ujarnya.

Oleh karena itu, Edward berharap stimulus yang sudah disiapkan pemerintah, baik untuk penerbangan maupun sektor pariwisata bisa betul-betul bekerja. “Dengan adanya stimulus dari pemerintah ke bidang sektor wisata ini segera berkembang. Yang terpenting juga adalah tempat wisatanya buka, dengan kemudahan bagi para wisatawan tentunya,” harapnya.

Namun pihaknya masih optimis, Lion Air masih memiliki prospek yang cukup bagus di Indonesia.  “Sebenarnya Indonesia masih punya prospek karena punya pasar domestic,” yakinnya.

Dia tidak bisa dipungkiri bahwa industri penerbangan tengah terpuruk. Bahkan, banyak maskapai di negara tetangga, seperti Thai Airways yang menyatakan bangkrut. “Tapi kami bersyukur karena punya potensi domestik, walaupun jujur, ngomong berat juga. Kami punya prospek kalau di bilang berdarah-darah semua juga berdarah-darah. Kami hanya dengan bergeliat seperti sekarang, kami punya aktivitas, kami bicara dengan mitra,” tutupnya. (ayu)

Artikel Asli