Seekor Lutung Jawa Ditemukan Mati Tergantung, Tersisa Kulit dan Kepala

Kompas.com Dipublikasikan 03.46, 11/08 • Kontributor Malang, Andi Hartik
Dok. ProFauna
Seekor lutung jawa yang ditemukan tewas tergantung di hutan Dusun Perinci, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang

MALANG, KOMPAS.com – Seekor lutung jawa ditemukan mati tergantung di pohon. Diduga, lutung jawa berbulu hitam itu menjadi korban perburuan liar.

Ketua ProFauna Indonesia, Rosek Nursahid mengatakan, lutung jawa itu ditemukan tergantung di hutan lindung yang ada di Dusun Perinci, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

Tepatnya berada di jalur pendakian menuju Puncak Cemorokandang.

Rosek mengatakan, pihaknya mendapat laporan tentang keberadaan lutung jawa yang mati mengenaskan itu pada Senin (10/8/2020).

Baca juga: Bayi Lutung Jawa, Ditemukan Warga Dalam Kardus di Pinggir Jalan

“10 Agustus 2020 ProFauna Indonesia mendapat laporan tentang perburuan dan pembunuhan satwa dilindungi lutung jawa. Lutung yang mati ini ditemukan di hutan lindung yang ada di atasnya Dusun Perinci, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Tepatnya di jalur pendakian ke arah puncak Cemorokandang,” kata Rosek, melalui pesan singkat, Selasa (11/8/2020).

Selain ditemukan dalam kondisi tergantung, organ tubuh primata dilindungi itu juga hilang.

Seekor lutung jawa dengan nama latin Trachypithecus auratus itu hanya tersisa kulit dan kepala.

“Dagingnya tidak ada, yang digantung itu adalah kepala dan kulitnya saja,” kata dia.

Saat ini, ProFauna dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur sedang menuju ke lokasi untuk menyelidiki temuan lutung jawa itu.

ProFauna selaku lembaga yang fokus pada perlindungan lingkungan hidup sangat menyayangkan kejadian itu dan meminta penegak hukum mengusutnya dengan tuntas.

“ProFauna mengutuk keras pembantaian ini dan mendesak aparat segera menindak tegas pelakunya,” ujar dia.

Rosek menyebut, perburuan dan penangkapan satwa liar di hutan lindung di wilayah Kecamatan Dau dan Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, sangat tinggi.

Beberapa waktu lalu, ranger ProFauna menemukan jerat satwa di kawasan itu.

Baca juga: Dua Ekor Lutung Jawa Korban Perdagangan Alami Stres dan Lemas

Maraknya perburuan liar itu seiring dengan dibukanya jalur menuju Cemorokandang untuk pengendara motor.

Menurutnya, jalur motor di kawasan itu harus ditutup untuk menekan perburuan liar.

“Sejak jalur ke Cemorokandang dibuka untuk motor, perburuan satwa liar semakin marak dan tidak terkendali. Jalur ini mestinya ditutup untuk kendaraan bermotor karena menyebabkan rawan kebakaran hutan dan perburuan satwa liar,” ujar dia.

Penulis: Kontributor Malang, Andi HartikEditor: Robertus Belarminus

Artikel Asli