Sedang viral, begini keelokan Negeri di Atas Awan yang ada di Banten

Kontan.co.id Dipublikasikan 01.31, 18/09/2019 • kompas.com

KONTAN.CO.ID - LEBAK. Hanya tiga jam dari Jakarta, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, punya destinasi wisata yang belakangan ramai dikunjungi wisatawan. Namanya: Negeri di Atas Awan Gunung Luhur.

Negeri di Atas Awan Gunung Luhur terletak di Desa Citorek Kidul, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, yang masuk dalam Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

Pesona yang Negeri di Atas Awan Gunung Luhur tawarkan adalah panorama hamparan awan yang tampak dari atas gunung. Ketinggian Gunung Luhur sekitar 901 meter di atas permukaan laut.

*Baca Juga: Danau Toba bukan cuma Pulau Samosir *

Untuk menjangkaunya sangat mudah. Bahkan, kendaraan bermotor, baik roda empat maupun roda dua, bisa langsung naik ke atas gunung. 

Sukmadi, pengelola Gunung Luhur, mengatakan, Gunung Luhur pertama kali ditemukan oleh pekerja yang tengah melakukan perbaikan jalan provinsi yang menghubungkan Lebak Utara dan Selatan. "Sekitar September 2018, diikuti oleh warga sini yang juga penasaran, kemudian difoto lalu diunggah ke medsos, akhirnya viral," kata Sukmadi kepada Kompas.com, Minggu (15/9).

Usai viral di medsos, satu persatu pengunjung mulai datang. Mereka menjuluki Gunung Luhur sebagai negeri di atas awan.

Hamparan awan di Gunung Luhur tidak datang setiap saat. Kata Sukmadi, waktu terbaik untuk melihat awan adalah mulai pukul 05.30 WIB hingga pukul 08.00 WIB. Kecuali saat hujan, awan tidak terlihat lantaran tertutup oleh kabut.

*Baca Juga: Menikmati kuliner Toba yang khas lagi unik *

Hamparan awan di Gunung Luhur sangat luas. Bahkan, Sukmadi berani menyandingkan dengan keindahan samudra awan di Gunung Bromo atau Dieng.

Dari atas ketinggian Gunung Luhur, sejauh mata memandang adalah gumpalan awan berwarna putih. Ujung awan ini berada di Gunung Jakasampurna yang berada sekitar 15 kilometer dari Gunung Luhur. 

Untuk wisatawan yang ingin menikmati hamparan awan di Gunung Luhur, Sukmadi menyarankan, untuk menginap. Jangan khawatir, lantaran sudah tersedia fasilitas penginapan semipermanen yang dibangun warga sekitar maupun penyewaan tenda.

Tarifnya juga terjangkau, mulai dari Rp 150.000. Sementara untuk tenda bisa disewa dengan tarif Rp 80.000 yang sudah berdiri dan siap pakai.

"Fasilitas lain juga sudah lengkap, seperti toilet, mushola, warung, dan parkir kendaraan mobil dan motor," ujar Sukmadi.

*Baca Juga: Wakatobi menanti sentuhan *

Untuk menuju ke Gunung Luhur, bisa Anda tempuh dengan kendaraan pribadi maupun umum tujuan ke Rangkasbitung. Dari Rangkasbitung bisa melalui rute Cipanas-Lebak Gedong-Citorek hingga Gunung Luhur sejauh 70 kilometer atau sekitar 1,5 jam perjalanan.

Akses jalan hingga Citorek, perkampungan terdekat dari Gunung Luhur, sudah mulus. Sementara sekitar satu kilometer menuju Gunung Luhur, saat ini masih dalam perbaikan. 

Jalan menuju Gunung Luhur melewati ruas jalan Cipanas-Warung Banten yang saat ini tengah dikerjakan Pemerintah Provinsi Banten.

*Baca Juga: Ini dia lima spot menarik untuk menikmati keelokan Danau Toba dari ketinggian *

"Tidak hanya membuka akses jalan masyarakat antar kabupaten/kota dan provinsi, jalur ini juga dijadikan sebagai akses menuju kawasan Wisata Negeri di Atas Awan yang berada di Kecamatan Citorek, Kabupaten Lebak, yang kini tengah digandrungi masyarakat sebagai destinasi wisata alam,” kata Gubernur Banten Wahidin Halim.

Penulis: Kontributor Banten, Acep Nazmudin

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cantiknya Negeri di Atas Awan, Hanya Tiga Jam dari Jakarta"

Artikel Asli