Sebut Pemerintahan Gagal, Menteri Lebanon Mundur Usai Tragedi Ledakan di Beirut

Merdeka.com Dipublikasikan 10.02, 09/08/2020

                manal abdul samad. ©Dalati Nohra/Handout via REUTERS
Sejumlah kalangan mengkritik parahnya korupsi pemerintah dan buruknya kepemimpinan dari pemerintahan Lebanon.

Menteri Penerangan Lebanon Manal Abdul Samad mengundurkan diri dari jabatannya hari ini menyusul tragedi ledakan dahsyat di pelabuhan Beirut Selasa lalu.

Perempuan 45 tahun itu menjadi menteri Lebanon pertama yang menyatakan mundur seusai tragedi ledakan di pelabuhan Beirut yang menewaskan lebih dari 150 orang dan melukai 6.000 lainnya.

Dikutip dari laman Deutsche Welle, Minggu (9/8), Samad menyebut kegagalan pemerintah dalam menjalankan reformasi dan peristiwa ledakan di pelabuhan, seperti dilansir stasiun televisi Al jadeed TV. Awal pekan lalu Kementerian Informasi membantah rumor yang menyebut Samad akan mengundurkan diri.

Dia juga meminta maaf kepada rakyat Lebanon karena telah mengecewakan mereka.

Sejumlah kalangan mengkritik parahnya korupsi pemerintah dan buruknya kepemimpinan dari pemerintahan Lebanon.

Massa demonstran menduduki sejumlah gedung pemerintah pada Sabtu malam dan menyerukan pemilihan umum digelar, menuntut pemerintahan mundur, dan revolusi.

Artikel Asli