Sebulan Menjabat, Erick Thohir Bongkar Pasang Pejabat BUMN

Kompas.com Dipublikasikan 04.42, 19/11/2019 • Ade Miranti Karunia
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Menteri BUMN, Erick Thohir sebelum pelantikan menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Presiden RI Joko Widodo mengumumkan dan melantik Menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju serta pejabat setingkat menteri.

JAKARTA, KOMPAS.com - Hampir satu bulan menjabat, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir bergerak cepat.

Ia membongkar pasang jabatan yang ada di lingkungan kerjanya maupun perseroan. Tugas dia dimulai memanggil beberapa kandidat yang bakal mengisi jabatan vital di perseroan milik BUMN.

Di antaranya, mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (BTP) atau biasa disapa Ahok, kemudian ada Chandra Hamzah mantan Komisioner KPK pada Senin (18/11/2019) kemarin, di Kementerian BUMN.

Selain itu, rencana mengisi jabatan di BUMN, Erick memberi kejutan. Ia merombak habis penjabat eselon I Kementerian BUMN.

Kompas.com telah merangkum sejumlah gebrakan Erick Thohir dalam menjalankan tugasnya mengikuti arahan visi dari Presiden Joko Widodo.

1. Mantan Petinggi KPK Ditawari Jabatan di BUMN

Mantan Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Chandra Hamzah, menghadiri undangan pertemuan secara pribadi oleh Erick Thohir.

Dalam pertemuan itu, Erick didampingi kedua Wamen BUMN, yakni Budi Gunadi Sadikin dan Kartika Wirjoatmodjo. Undangan ia terima melalui pesan singkat WhatsApp. Namun, tujuan dari undangan tersebut tidak dijelaskan secara spesifik.

Dalam pertemuan yang berlangsung selama dua jam tersebut, Chandra menegaskan, tidak menyinggung soal jabatan.

"Tebak-tebak buah manggis. Tidak ada bicara posisi atau jabatan," katanya ditemui usai pertemuan di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (18/11/2019).

2. Erick Thohir Sapu Bersih Penjabat di Kementerian BUMN

Erick Thohir mulai merestrukturisasi para penjabat di Kementerian BUMN. Langkahnya yakni dengan sapu bersih seluruh pejabat eselon I di kementerian yang ia pimpin.

Staf Khusus Kementerian BUMN, Arya Sinulingga menjelaskan 7 pejabat eselon I kementerian BUMN itu akan dialihkan menjadi direksi di sejumlah perusahaan plat merah. Saat ini 6 diantaranya sudah alih jabatan.

"Perlu ada penyegaran dari teman-teman deputi itu bahwa mereka sebagian berasal dari korporasi juga," ujarnya di Jakarta, Senin (18/11/2019).

Enam deputi dan satu sekretaris kementerian BUMN dianggap mampu membenahi kinerja perusahaan BUMN. BUMN diharapkan bisa mencapai target pembenahan kinerja perusahaan sesuai indikator kinerja utama (Key Performance Indicator/KPI).

3. Benahi Perseroan, Penjabat Eselon I BUMN Jadi Direksi

Erick pun kabarnya merombak jabatan deputi yang ada di Kementerian BUMN saat ini.

Dalam restrukturisasi jabatan tersebut, nantinya beberapa para pejabat deputi akan menjabat sebagai direksi perusahaan-perusahaan pelat merah. Namun, nama-nama penjabat deputi tersebut masih dalam proses.

"Tadinya deputi ini sudah lama di sini, mungkin bisa kita refresh ke perusahaan. Kita harapkan mereka mau untuk memegang perusahaan BUMN," ujar Staf Khusus Kementerian BUMN, Arya Sinulingga, ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin.

4. Erick Thohir Butuh Kerja Sama Tim yang Solid

Erick pun mulai menjalankan misi Presiden Joko Widodo mengenai penciptaan birokrasi yang efektif dan efisien. Hal ini dilakukan dengan perombakan jajaran pejabat di Kementerian BUMN.

"Untuk mengelola aset sebesar Rp 8.200 triliun itu, saya perlu teamwork yang kompak, yang diisi dengan orang-orang yang bukan hanya cerdas, tetapi juga akhlak yang baik," kata Erick melalui keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin.

Review serta efisiensi untuk pegawai di bawahnya juga akan segera dilaksanakan untuk mempercepat gerak dalam membangun BUMN yang positif.

Penulis: Ade Miranti Karunia

Editor: Sakina Rakhma Diah Setiawan

Artikel Asli