Seberapa Penting Kehadiran Karyawan di Kantor?

LINE JOBS Dipublikasikan 06.52, 16/12/2019 • Gadjian

Kewajiban karyawan untuk hadir di kantor umumnya merupakan bagian dari peraturan perusahaan. Bahkan di banyak perusahaan, kehadiran karyawan merupakan salah satu faktor yang diperhitungkan dalam penilaian kinerja.

Mereka yang jarang izin, masuk kantor dan memulai kerja tepat waktu, serta pulang sesuai jam yang ditentukan, umumnya mendapat poin positif dalam hal kedisiplinan dan kepatuhan pada aturan perusahaan, meski dalam urusan pekerjaan termasuk rata-rata atau bahkan kurang cakap. Setidaknya, melalui data absensi karyawan, mereka menunjukkan komitmen dan kemauan untuk bekerja.

Perusahaan lebih menyukai mereka dibandingkan karyawan yang cakap dan berpengalaman tetapi jarang masuk kantor. Sebab, perusahaan punya ketergantungan terhadap tenaga kerja sebagai motor penggerak laju bisnis.

Dalam merekrut pegawai baru, beberapa perusahaan mempertimbangkan kejujuran dan kemauan bekerja ketimbang kecakapan yang bisa dilatih. Banyak calon karyawan yang berpengalaman tetapi tidak diangkat menjadi pegawai tetap karena memiliki catatan kehadiran yang dianggap kurang memuaskan, seperti sering tidak masuk, sering terlambat, atau kembali ke kantor melebihi jam istirahat.

Di perusahaan yang sektor usaha atau jenis pekerjaannya menuntut kehadiran karyawan di kantor, pemberlakukan jam kerja yang ketat merupakan sebuah keniscayaan. Jika tidak, bisnis akan berjalan kacau. Misalnya, karyawan yang terlambat masuk kantor menyebabkan klien tak terlayani dengan baik. Atau karyawan yang membolos berakibat target harian di sebuah divisi tidak tercapai.

Namun, tidak demikian dengan jenis pekerjaan tertentu yang tak membutuhkan kehadiran karyawan. Tenaga marketing atau sales biasanya mendapat pengecualian untuk tidak selalu hadir di kantor, atau misalnya hanya diwajibkan hadir di kantor dua atau tiga hari dalam seminggu.

Seorang sales hampir menghabiskan sebagian besar jam kerjanya di lapangan karena terkait dengan promosi dan penjualan produk/jasa perusahaan kepada konsumen. Karena itu, kebanyakan perusahaan menilai hasil kerja sales berdasarkan target, bukan jam kerja. Asal target penjualan atau pencarian klien baru bisa tercapai, perusahaan tak mempersoalkan sales tak hadir di kantor.

Dengan demikian, kehadiran karyawan di kantor tetap penting karena bisnis perusahaan tak bisa berjalan tanpa tenaga kerja. Hanya saja, ada jenis pekerjaan yang memungkinkan karyawan boleh untuk tidak selalu hadir di kantor. Hal ini tergantung kebijakan setiap perusahaan atau masing-masing divisi.

Lalu bagaimana dengan sistem absensi mereka? Perusahaan yang masih memakai absensi manual seperti fingerprint jelas menyulitkan karyawan karena tidak fleksibel dan hanya bisa diakses di kantor. Bolak-balik ke kantor hanya untuk melaporkan kehadiran jelas tidak efisien.

Artikel Asli