Sebelum Meninggal, Kondisi Kesehatan Wali Kota Banjarbaru Naik Turun

Kompas.com Dipublikasikan 03.22, 10/08 • Kontributor Banjarmasin, Andi Muhammad Haswar
Istimewa
Tangkapan layar video Wali Kota Banjarbaru, Nadjmi Adhani mengumumkan dia dan istrinya tertular Covid-19.

BANJARBARU, KOMPAS.com - Wakil Wali Kota Banjarbaru Dharmawan Jaya Setiawan menggambarkan kondisi kesehatan Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani setelah dirawat selama dua pekan di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin.

Menurut Dharmawan, kondisi kesehatan Nadjmi memang naik turun sebelum meninggal dunia.

Sehari sebelum meninggal dunia, Nadjmi kata Dharmawan memperlihatkan tanda akan sembuh.

"Kemarin pagi memang tiba-tiba saturasi kandungan oksigen dalam darah atau SPO2 di atas 90 persen, terus sorenya naik ke 74 persen," ujar Dharmawan Jaya Setiawan saat dikonfirmasi, Senin (10/8/2020).

Baca juga: Jenazah Wali Kota Banjarbaru Akan Dimakamkan Sesuai Protokol Covid-19

Melihat kondisi demikian, Dharmawan dan seluruh keluarga Nadjmi awalnya memiliki keyakinan Nadjmi akan sembuh.

Namun, pada Senin dinihari, kondisi Nadjmi dilaporkan memburuk dan puncaknya pada pukul 02.30 Wita, Nadjmi menghembuskan nafas terakhir.

"Melihat beliau dengan semangat dan kemauan untuk sembuh kami sempat optimistis beliau bisa sembuh, tapi Allah berkata lain, tentu kita harus menerima takdir ini," ucap Dharmawan sedih.

Baca juga: Sehari Sebelum Meninggal, Wali Kota Banjarbaru Masih Aktif Bermedia Sosial

Sebelumnya diberitakan, Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani meninggal dunia karena terinfeksi Covid-19.

Nadjmi dirawat selama lebih dari dua pekan di ruang isolasi RSUD Ulin Banjarmasin.

Nadjmi meninggal dunia pukul 02.30 Wita dalam usia 50 tahun.

Penulis: Kontributor Banjarmasin, Andi Muhammad HaswarEditor: Dony Aprian

Artikel Asli