Sebelum Ditemukan Tewas, Wali Kota Seoul Sempat Tinggalkan Surat Wasiat

kumparan Dipublikasikan 21.56, 09/07/2020 • kumparanNEWS
Park Won-soon. Foto: Getty Images

Wali Kota Seoul, Park Won-soon, ditemukan tewas di pegunungan Bugak, Kamis (9/7) tengah malam. Ia sempat dilaporkan hilang oleh putrinya.

Sebelum menghilang dan ditemukan tewas, Park sempat meninggalkan semacam surat wasiat yang berisi kata-kata terakhir. Namun putri Park tak menjelaskan kata-kata terakhir ayahnya itu.

Dilansir Reuters, Jumat (10/7), surat tersebut ditemukan putri Park. Putri Park lantas melapor ke polisi karena ayahnya tak bisa dihubungi sejak pukul 17.04 waktu setempat.

Kepolisian Metro Seoul mengatakan, Park meninggalkan kediaman resmi Wali Kota Seoul sejak pukul 10.40 pagi waktu setempat, mengenakan topi hitam dan ransel. Saat itu ia membatalkan sejumlah pertemuan pembahasan kebijakan di balai kota.

Setelah berjam-jam pencarian dengan ratusan polisi, drone, hingga anjing pelacak, Park ditemukan tewas dan jenazahnya dibawa keluar dari hutan dengan tandu oleh petugas forensik. Jenazah park langsung dibawa ke rumah sakit.

Pencarian Walikota Seoul yang dinyatakan hilang. Foto: Kim Hong-Ji/Reuters

Sementara itu kantor berita Yonhap melaporkan, para pendukung Park mulai terlihat di rumah sakit, dengan penuh kesedihan dan berteriak, "Bangun, Park Won-soon," "Kami mencintaimu, Park Won-soon," dan "Maaf, Park Won-soon."

Pejabat kepolisian, Choi Ik-soo, tak menjelaskan penyebab kematian Park. Ia hanya menyatakan tak tanda-tanda bunuh diri maupun bekas tindakan kriminal di tubuh Park. Kepolisian tengah berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk proses autopsi.

Pencarian Walikota Seoul yang dinyatakan hilang. Foto: Kim Hong-Ji/Reuters

Jika Park terbukti bunuh diri, ia akan menjadi politikus ternama Korea Selatan setelah mantan Presiden Roh Moo-hyun, yang mengakhiri hidupnya dengan melompat dari tebing pada 2009 karena tuduhan korupsi yang melibatkan anggota keluarga.

Kematian Park terjadi di tengah penyelidikan kasus dugaan pelecehan seksual, setelah seorang mantan sekretarisnya mengajukan laporan pada Rabu (8/7).

Park dikenal sebagai politikus paling berpengaruh di Korea Selatan setelah menjabat Wali Kota Seoul sejak 2011. Selama virus corona mewabah di Seoul, ia memainkan peran penting untuk menghentikan penyebaran di ibu kota.

Wali Kota Seoul Park Won-soon. Foto: JUNG Yeon-Je / AFP

Sebelum terjun ke dunia politik, Park adalah seorang aktivis dan pengacara HAM terkemuka. Sebagai memimpin Seoul ia telah mengeluarkan sejumlah kebijakan yang mempromosikan kesetaraan gender.

Dia juga dipandang sebagai calon presiden yang potensial pengganti Moon Jae-in bagi kaum liberal dalam pemilihan presiden 2022 mendatang.

————-----------------------

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona

Artikel Asli