"Saya ke Sini Juga Menggugat Hak Adik-adik Saya, Mama Juga Punya Hak atas Rumah Itu”

Kompas.com Dipublikasikan 03.58, 12/08 • David Oliver Purba
KOMPAS.COM/IDHAM KHALID
Rully bersama ibu dan keluarganya diundang untuk mediasi di pengadilan agama Praya Lombok tengah

KOMPAS.com - Rully Wijayanto dan ibunya, Praya Tiningsih mendatangi Pengadilan Agama (PA) Praya, Lombok Tengah, NTB, Selasa (11/8/2020).

Keduanya dipanggil untuk dimediasi atas gugatan yang dilakukan Rully kepada ibunya terkait warisan milik almarhum ayahnya.

Rully mengatakan, dirinya tidak seburuk dibayangkan orang ingin mengambil harta warisan ibunya.

Baca juga: Dimediasi Terkait Gugatan Warisan, Anak Peluk Ibu dan Adik-adiknya, Tawarkan Konsep Perdamaian

Gugatan tersebut menurut Rully bukan hanya untuk dirinya, melainkan juga untuk ibu dan adik-adiknya agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan di kemudian hari seperti perebutan harta warisan.

“Saya hanya menuntut hak saya. Saya ke sini juga menggugat hak-hak adik-adik saya, dan mama juga punya hak di sana atas rumah itu,” kata Rully.

Baca juga: Saya Menggugat Warisan Bukan untuk Diri Sendiri, tapi untuk Mama dan Adik-adik

Rully berharap konsep perdamaian yang ditawarkan dapat diterima oleh ibunya. Namun, jika tidak, proses gugatan akan tetap berlanjut.

“Disuruh buat konsep perdamaian, kemudian nanti akan disampaikan di hari Kamis pada sidang duplik. Semoga ibu setuju maka selesailah, kalau tidak setuju maka akan berlanjut,” kata Rully.

 

Sementara itu Praya Tiningsih hanya bisa sedih saat keluar dari gedung Pengadilan Agama dan berharap masalahnya bisa selesai.

“Insya Allah baikan, biar tidak ada lagi yang seperti saya,” kata Ningsih.

Harta warisan yang digugat oleh Rully, yakni tanah seluas 4,2 are dan uang deposit sepeninggal almarhum ayahnya.

Persoalan menggugat tanah warisan itu berawal dari kekecewaan Rully karena Ibunya tidak mengizinkannya membuat ruang tamu dan dapur. (Kontributor Lombok Tengah, Idham Khalid)

Editor: David Oliver Purba

Artikel Asli