"Saya Akan Patuh dan Selalu Memakai Masker, Stop Corona Virus"

Kompas.com Dipublikasikan 08.57, 25/05 • Kontributor Ungaran, Dian Ade Permana
KOMPAS.com/IST
Warga yang tidak memakai masker diharuskan foto menggunakan papan pernyataan.

SALATIGA, KOMPAS.com - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Salatiga menggiatkan razia penggunaan masker di jalan protokol dan beberapa pusat keramaian.

Warga yang kedapatan tidak menggunakan masker, langsung diminta memakai masker dan difoto bersama anggota Satpol PP.
"Ini memang sifatnya operasi edukasi untuk memutus persebaran Covid-19. Jika ada yang tidak memakai masker, langsung diberhentikan, diminta memakai masker. Jika tidak bawa anggota, akan memberi masker dan difoto dengan membawa papan pernyataan," kata Kasatpol PP Kota Salatiga, Yayat Nurhayat, saat dihubungi, Senin (25/5/2020).

Baca juga: Terungkap, Benda Langit Misterius yang Bikin Geger Warga Yogyakarta, Ini Faktanya

 

Papan pernyataan tersebut bertuliskan 'Saya akan patuh dan selalu memakai masker. Stop Corona Virus.'
Yayat mengatakan, operasi edukasi penggunaan masker tersebut bertujuan memutuskan persebaran Covid-19.

Operasi yang telah berlangsung 10 hari tersebut akan dihentikan setelah wabah Covid-19 mereda.

"Secara umum masyarakat sudah cukup sadar untuk menggunakan masker saat keluar rumah. Presentase yang tidak menggunakan masker terhitung sedikit, tapi tetap kami ingatkan karena ini demi kesehatan bersama," tegas dia.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Salatiga Siti Zuraida menyampaikan, penggunaan masker adalah salah satu upaya untuk terhindar dari penyebaran Covid-19.

Cara lain adalah dengan rajin melakukan cuci tangan dengan sabun di air mengalir.

Selain itu, menerapkan protokol kesehatanphisycal distancing.

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 dari Klaster Baru Salatiga Bertambah 6
"Untuk update data per Senin (25/5/2020), orang tanpa gejala (OTG) bertambah 56 orang dan yang selesai masa pemantauan ada 132 orang, sehingga hari ini yang masuk OTG ada 223 orang," terang Siti.

Pasien positif yang masih dalam perawatan ada 26 orang, orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak lima orang, dan PDP nol pasien.

Penulis: Kontributor Ungaran, Dian Ade PermanaEditor: Robertus Belarminus

Artikel Asli