Satu Hal yang Buat Yamaha Ingin Depak Valentino Rossi Sejak 2005

Kompas.com Dipublikasikan 15.13, 04/08 • Tri Indriawati
AFP/JAVIER SORIANO
Pebalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi, beraksi saat kualifikasi MotoGP Spanyol di Sirkuit Jerez, Jerez de la Frontera, Sabtu (18/7/2020).

KOMPAS.com - Keinginan Valentino Rossi untuk hijrah ke Formula 1 (F1) membuat sang pebalap mulai kehilangan tempat di Yamaha sejak 2005.

Sebenarnya, Valentino Rossi telah menjadi andalan tim pabrikan Yamaha sejak dirinya pindah dari Honda pada 2004.

Selama kurang lebih 15 musim membalap untuk Yamaha, Valentino Rossi sukses mengemas empat dari total tujuh gelar juara dunia di kelas MotoGP.

Namun, perjalanan panjang Valentino Rossi bersama tim pabrikan Yamaha harus terhenti setelah kontraknya habis pada akhir musim ini.

Posisi pebalap berjuluk The Doctor itu di tim Monster Energy Yamaha akan digantikan oleh Fabio Quartararo pada musim depan.

Jauh sebelum ini, Valentino Rossi juga pernah santer diberitakan akan hengkang dari tim berlogo garpu tala itu.

Baca juga: MotoGP Ceko, Valentino Rossi Bisa Batal Pensiun jika Finis 5 Besar Lagi

Momen itu terjadi pada 2005 saat Valentino Rossi melakoni beberapa kali uji coba bersama tim Scuderia Ferrari dan puncaknya dia dijanjikan tampil pada balapan F1 musim 2007.

Pendekatan tim kuda jingkrak kepada Valentino Rossi membuat Yamaha harus mengambil langkah cepat untuk mencari pengganti yang sepadan.

Hal itu diakui oleh Managing Director Monster Energy Yamaha, Lin Jarvis.

Lin Jarvis menilai rumor keinginan Rossi menjadi pebalap F1 sangat mengganggu Yamaha sehingga tim ingin mencari pebalap pengganti secepatnya.

"Sejak 2005, kami (Yamaha) sudah mencari pengganti Rossi. Pada masa itu, peluang Rossi untuk menjadi pebalap F1 sangat besar," ujar Lin Jarvis dikutip dari situs Tuttomotoriweb, Selasa (4/8/2020).

Lantaran gusar dengan keinginan Valentino Rossi ikut balapan F1, Yamaha pun mulai membidik Jorge Lorenzo sejak 2006.

Kala itu, Jorge Lorenzo sedang berjuang meraih gelar juara di kelas 250cc.

Akhirnya, kesepakatan antara Lorenzo dan Yamaha pun terjalin pada 2008.

"Kami saat itu pada akhirnya mendatangkan Jorge Lorenzo (2008). Setelah Jorge Lorenzo datang, kami berhasil meraih tiga gelar juara dunia," ujar Lin Jarvis.

"Itulah kali pertama kami berpikir sudah berhasil mendapatkan pengganti Valentino Rossi," tutur Lin Jarvis menambahkan.

Rumor Rossi ingin menjadi pebalap F1 saat itu memang sangat mengejutkan publik.

Sebab, Rossi saat itu sedang berada di puncak karier setelah meraih lima gelar juara dunia MotoGP/500cc secara beruntun sejak 2001.

Rossi meraih lima gelar tersebut di dua tim yang berbeda yakni Honda (2001-2003) dan Yamaha (2004-2005).

Baca juga: Quartararo, Pengganti Tepat untuk Teruskan Warisan Rossi di Yamaha

 

Setelah dominasinya di MotoGP sempat terhenti dua musim, Rossi pada akhirnya sukses kembali menjadi juara dunia lagi pada 2008 dan 2009.

Gelar juara pada 2008 dan 2009 itu didapat Rossi dengan susah payah karena harus bersaing dengan rekan satu timnya sendiri, Jorge Lorenzo.

Rivalitas kedua pebalap ini sudah mulai tercium ketika Lorenzo naik kelas ke MotoGP dan bergabung ke tim pabrikan Yamaha pada 2008.

Siapa yang tidak ingat tembok pembatas yang memisahkan box Rossi dan Lorenzo di garasi tim pabrikan Yamaha pada musim itu.

Meski secara resmi dibangun karena keduanya memakai ban berbeda, tembok pembatas diyakini menjadi taktik psikologis Rossi kepada Lorenzo selaku calon juara baru.

Persaingan keduanya yang semakin memanas sampai membuat Rossi pindah ke Ducati pada 2011 sebelum kembali lagi ke Yamaha dua tahun berselang.

Langkah yang sama juga diambil Lorenzo ketika pindah ke Ducati pada 2017 dan bertahan selama dua musim.

Berbeda dari Rossi, Lorenzo setelah meninggalkan Ducati memilih pindah ke Repsol Honda dan langsung memutuskan pensiun pada akhir musim 2019.

Di sisi lain, musim ini akan menjadi akhir dari kebersamaan 15 tahun Rossi dengan tim pabrikan Yamaha.

Meski belum resmi, Rossi musim depan kemungkinan besar akan bergabung ke tim satelit, Petronas Yamaha SRT.

Penulis: Tri IndriawatiEditor: Tri Indriawati

Artikel Asli