Sarri Tetap Gembira meskipun Juventus Tersingkir dari Liga Champions

Kompas.com Dipublikasikan 04.40, 08/08 • Faishal Raihan
AFP/GIUSEPPE CACACE
Pelatih Italia Juventus, Maurizio Sarri bereaksi selama pertandingan final sepakbola Supercoppa Italiana antara Juventus dan Lazio di Stadion Universitas King Saud di ibukota Saudi, Riyadh

KOMPAS.com - Maurizio Sarri tetap bahagia meskipun Juventus disingkirkan Olympique Lyon dari ajang Liga Champions.

Juventus menang 2-1 atas Olympique Lyon pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Stadion Allianz, Jumat (7/8/2020) atau Sabtu (8/8/2020) dini hari WIB.

Hasil itu membuat agregat pertemuan antara Juventus dan Lyon menjadi 2-2.

Meskipun secara agregat imbang, Si Nyoya Besar tersingkir karena Lyon unggul agresivitas gol tandang.

Baca juga: Rumor Ronaldo Ingin Pindah ke PSG Sampai ke Telinga Presiden Juventus

Sebelumnya, pada leg pertama di markas Lyon, Juventus tidak mencetak gol. Mereka takluk 0-1.

Selepas pertandingan, pelatih Juventus Maurizio Sarri sedikit menyinggung laga pada leg pertama.

Ia menyayangkan Juventus tidak bisa mencuri gol tandang, sehingga kesulitan pada pertemuan kedua.

"Kami tersingkir karena leg pertama, tepatnya pada babak pertama leg pertama, sangat disayangkan," kata Sarri, seperti dilansir dari Football Italia.

Baca juga: Usai Laga Juventus Vs Lyon, Sarri Tersinggung dengan Sebuah Pertanyaan

Sarri memang kecewa, tetapi pada saat yang bersamaan dia juga merasa bahagia.

Arsitek 61 tahun itu bangga dengan penampilan Cristiano Ronaldo dkk, yang telah bermain maksimal.

"Saya membuang kekecewaan karena tim bermain sangat baik malam ini," ucap eks pelatih Napoli dan Chelsea itu.

"Mereka menunjukkan karakter dan memberikan segalanya, sehingga saya pulang dengan perasaan gembira," imbuhnya.

Baca juga: Pernyataan Mengejutkan Maurizio Sarri Usai Laga Juventus Vs Lyon

Maurizio Sarri menjabat sebagai pelatih Juventus pada awal musim 2019-2020 dan langsung mempersembahkan scudetto.

Kontraknya di Juventus masih tersisa dua tahun lagi atau hingga Juni 2022.

Ia menegaskan tetap menghormati kontraknya di Juventus, meskipun banyak tekanan untuk mundur.

Kegagalan Juventus di Liga Champions kali ini juga memunculkan gosip bahwa dirinya akan segera diberhentikan.

Penulis: Faishal RaihanEditor: Faishal Raihan

Artikel Asli