Sarri Minta Juventus Belajar Tangani 'Set-Piece'

kumparan Dipublikasikan 00.19, 19/09/2019 • Ganesha Arif
Pelatih Juventus, Maurizio Sarri. Foto: REUTERS/Sergio Perez

Skema bola mati, atau biasa disebut set-piece, benar-benar menjadi momok bagi Juventus di laga Liga Champions melawan Atletico Madrid, Kamis (19/9/2019) dini hari WIB. Berkat set-piece, Juventus gagal merengkuh kemenangan atas Atletico.

Juventus berhasil unggul dengan selisih dua gol terlebih dahulu di laga ini. Gol-gol tersebut diciptakan Juan Cuadrado di menit ke-48 dan Blaise Matuidi di menit ke-45.

Keunggulan tersebut sirna saat pertandingan berakhir. Parahnya, dua gol Atletico tercipta lewat situasi bola mati.

Yang pertama terjadi di menit ke-70. Sebuah tendangan bebas dari dekat garis tengah lapangan berhasil disambut oleh bek tengah Atletico, Jose Maria Gimenez. Namun, Gimenez tak menanduk bola ke arah gawang, tetapi ke rekan setimnya Stefan Savic. Alhasil, Savic sukses menyundul bola masuk ke gawang Wojciech Szczesny.

Menjelang waktu normal berakhir, Atletico akhirnya sukses menyamakan kedudukan. Tendangan penjuru Kieran Trippier menemui kepala gelandang anyar, Hector Herrera. Sundulan Herrera mengarah tajam ke sisi kiri gawang Juventus.

Pelatih Juventus, Maurizio Sarri, menyatakan bahwa kualitas bola mati Atletico sebenarnya tak istimewa. Namun, anak buahnya kelewat pasif untuk menangani bola yang datang.

“Juventus gagal mencetak gol dalam beberapa laga di kandang Atletico, dan kini kami mampu mendapatkan dua gol plus tiga atau empat tembakan mengarah ke gawang. Namun, hasilnya mengecewakan, karena gol Atletico datang dari situasi yang dapat diduga, tetapi kami tak siap menghadapi itu,” ucap Sarri, dikutip dari Football Italia.

“Atletico sangat bagus dalam duel udara, tetapi sebenarnya umpannya tak bagus-bagus amat. Sayangnya, kami terlalu pasif. Kami seharusnya lebih agresif dalam menghadapi set-piece,” tambahnya.

Bukan kali ini saja Juventus didera teror dariset-piece. Di laga pekan kedua Serie A 2019/2020 melawan Napoli (1/9), Juventus juga kebobolan dua gol via skema bola mati. Untungnya, ‘Si Nyonya Tua’ berhasil menyegel kemenangan setelah Kalidou Koulibaly menciptakan gol bunuh diri di menit terakhir.

Dari situ, Sarri berjanji bahwa timnya akan memperbaiki masalah ini.

“Kami harus memperbaiki masalah ini, mengingat kami kebobolan empat gol dari set-piece dalam tiga laga terakhir.”

Pemain Juventus memberikan aplaus setelah laga versus Atletico Madrid. Foto: REUTERS/Sergio Perez

Menariknya, hasil di laga melawan Atletico kali ini bisa dibilang sebagai sebuah peningkatan. Pasalnya, pada babak 16 besar Liga Champions 2018/2019, Juventus takluk di Wanda Metropolitano—markas Atletico, tempat laga kali ini berlangsung—dengan skor 0-2. Namun, Sarri mengaku hasil imbang bukanlah sesuatu yang ia inginkan.

“Ini adalah peningkatan yang cukup baik dari musim lalu, dan kami merasa mampu untuk menang. Oleh karena itu, hasil imbang sedikit terasa getir,” kata Sarri.

Artikel Asli