Sandra Dewi Pamer Foto Baby Bump, Netizen Doakan Tambah Momongan

Haibunda Dipublikasikan 06.14, 05/08 • Annisa Karnesyia

Sandra Dewi baru saja mengunggah fotonya saat berbadan dua, Bunda. Ibu dua anak ini tampak cantik mengenakan gaun putih denganmake up sederhana.

Sandra ternyata mengenang masa-masa saat dirinya hamil. Ia mengaku terharu setiap kali melihat foto tersebut dan bersyukur bisa menjadi ibu.

"Selalu terharu kalau liat foto ini…," tulis Sandra, dikutip Rabu (5/8/2020).

"Masih inget banget betapa cemas sekaligus bersyukur nya pada saat akan bisa memiliki Anak kedua setelah anak pertamaku. Perjalanan setelah itu juga ga mudah, selalu berusaha menjadi ibu yang lebih baik dan sabar Dalam hal merawat anak-anak aku," sambungnya.

Unggahan Sandra Dewi ini langsung banjir komentar netizen lho, Bunda. Beberapa bahkan mendoakan wanita 36 tahun itu untuk menambah momongan lagi.

"Kangen hamil yaaaa…," tulis @ester***.

"Semoga rafa & mikha dapat adik cewek,..aminnn," ujar @sabina***.

"Hamill lagii dong mamee .. klo bisaa cwee anaknyaaa," tulis akun @theresya***.

Unggahan Sandra Dewi/ Foto: Instagram

Kehamilan memang bisa mengubah wanita menjadi bahagia sekaligus cemas seperti yang dirasakan Sandra Dewi. Mengutip laman Psychological Science, penelitian menunjukkan bahwa hormon reproduksi dapat menyiapkan otak seorang wanita untuk memiliki sifat keibuan.

"Kehamilan adalah masa kritis dalam pengembangan sistem saraf pusat pada ibu," kata psikolog Laura M. Glynn dari Chapman University.

Sementara menurut Daniel Stern, psikiater dan penulis buku The Birth of a Mother, menjadi seorang ibu merupakan perubahan identitas wanita pertama kalinya dalam hidup, baik secara fisik maupun psikologis.

"Bagi seorang wanita yang pertama kali hamil, melahirkan, dan menjadi ibu, perubahan hormon yang terjadi dan lingkungan sekitar dapat memengaruhi psikologi dan cara asuh ibu baru pada anak," ujar Stern, dikutip dari The New York Times.

Saat menjadi ibu baru, banyak tantangan yang mengharuskan wanita membuat pilihan untuk anaknya. Tantangan ini berbeda-beda dan seringkali membuat ibu baru selalu mendahulukan kebutuhan anak dibanding dirinya sendiri.

Artikel Asli