Sandi soal Gibran-Bobby Maju Pilkada: Jangan Judge, Beri Kesempatan

kumparan Dipublikasikan 14.17, 14/12/2019 • Jihad Akbar
Gibran Rakabuming Raka saat mendaftar jadi calon Walkot Solo di DPD PDIP Jawa Tengah, Kamis (12/12). Foto: Afiati Tsalitsati/kumparan

Majunya putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming, di Pilwalkot Solo dan menantu Jokowi, Bobby Nasution, di Pilwalkot Medan, menjadi perhatian.

Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Sandiaga Uno meminta masyarakat memberikan kesempatan Gibran dan Bobby untuk membuktikan kapasitasnya tanpa menghakimi terlebih dahulu. Apalagi, setiap warga negara memiliki hak politik.

"Kita jangan judge dulu, kita berikan kesempatan dan enggak masalah di bidang hukum. Ini terbuka bagi mereka yang memiliki hak politik," tutur Sandi usai menghadiri Mukernas V PPP di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Sabtu (14/12).

Bobby Nasution saat mendaftar cawalkot Medan ke DPD Golkar Medan. Foto: Dok. Istimewa

Dia menilai politik Indonesia berjalan dinamis. Sehingga siapa pun, termasuk Gibran dan Bobby, memiliki kesempatan maju sebagai calon kepala daerah.

"Politik itu dinamis ya. Majunya putra dan menantunya presiden tentunya ini masyarakat yang menilai. Karena tentunya, kalau pemilihan kepala daerah akan ditentukan bukan oleh elite, tapi oleh rakyat," kata Sandi

"Dan di sini kesempatan bagi Mas Gibran dan Bang Bobby untuk meyakinkan para calon pemilihnya, bahwa mereka memiliki kapasitas untuk membangun daerahnya," imbuhnya.

Sandiaga Uno. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Meski begitu, mantan cawapres di Pilpres 2019 itu meminta agar tidak terdapat keistimewaan yang diberikan kepada Gibran dan Bobby dalam proses seleksi. Ia ingin proses dilakukan seadil mungkin.

"Tapi juga kita pastikan prosesnya itu proses yang tentunya menunjukkan bahwa tidak ada keberpihakan pada proses itu. Harus dibuat seadil mungkin dan ini jadi tanggung jawab kita semua," kata dia.

Lebih lanjut, Sandi mengaku tak mengenal Gibran dan Bobby secara personal. Namun, ia mengungkapkan keinginan bertemu untuk mendengar pemikiran keduanya dalam membangun daerah.

"Saya enggak kenal secara pribadi, jadi saya enggak mau memberikan opini yang asal, karena saya enggak kenal dua sosoknya. Pengen kenal sih, pengenalan kenal mereka, pengen tahu pemikirannya bagaimana membangun Solo dan Kota Medan," pungkasnya.

Artikel Asli