Samsung Tegaskan Masih Jadi Smartphone Nomor Satu di Indonesia

Liputan6.com Diupdate 23.59, 20/11/2019 • Dipublikasikan 23.59, 20/11/2019 • Mochamad Wahyu Hidayat
Samsung
Samsung Galaxy S10 Plus. Liputan6.com/Andina Librianty

Liputan6.com, Jakarta - Menanggapi laporan kondisi pasar smartphone Indonesia berdasarkan laporan peruahaan riset pasar IDC, Samsung menegaskan masih berada di pucuk pimpinan pasar smartphone di Indonesia.

Hal ini diungkapkan oleh IT & Mobile Business Vice President Samsung Electronics Indonesia, Bernard Ang dalam pernyataannya kepada Tekno Liputan6.com, Kamis (21/11/2019).

"Samsung masih menempati posisi pertama sebagai smartphone nomor satu di Indonesia dengan perolehan empat puluh dua persen (unit terjual) menurut laporan perusahaan riset pasar GfK," ujar Bernard.

Hal ini, lanjut Bernard, "menunjukkan bahwa (hampir) separuh dari konsumen Indonesia masih memiliki apresiasi dan kepercayaan tinggi terhadap inovasi kami. Kami percaya pada laporan pasar yang mewakili data ritel untuk melihat pasar riil dan tren pembelian konsumen."

Perlu ditekankan di sini bahwa laporan IDC dan Gfk menggunakan metodologi yang berbeda.

IDC menggunakan variabel pengapalan, sementara GfK memakai variabel penjualan. Masing-masing variabel itu tentu akan menghasilkan laporan kondisi pasar yang berbeda.

 

Tanggapan Erajaya

Mengacu pada laporan teraktual IDC, Samsung menduduki peringkat ketiga dalam hal pengapalan unit smartphone di Indonesia. Sementara posisi pertama dan kedua diduduki oleh Oppo dan Vivo.

Secara sederhana, pengapalan lekat kaitannya dengan proses pengiriman unit smartphone dari pabrik ke penyalur atau distributor. Adapun penjualan merujuk pada kondisi di mana unit smartphone terjual ke tangan konsumen.

Secara terpisah, Marketing Director dari perusahaan ritel dan distribusi perangkat elektronik Erajaya, Djatmiko Wardoyo, mengatakan bahwa Samsung merupakan smartphone yang paling banyak dicari konsumen.

"Di jaringan toko Erafone, smartphone Samsung masih menjadi yang paling banyak diminati Konsumen. Selain inovasi baru Samsung seperti fitur super steady, NFC, dan baterai yang tahan lama, layanan purnajual Samsung yang luas, mudah diakses, dan cepat juga menjadi kunci dari kekuatan Samsung di pasar Indonesia," tutur Djatmiko.

(Why/Isk)

Artikel Asli