Sambut New Normal, Taman Safari Bogor Bersiap Buka Kembali

Tempo.co Dipublikasikan 15.28, 27/05 • Setri Yasra
Bayi gajah bernama Covid lahir di Taman Safari Bogor
Taman Safari Indonesia akan kembali beroperasi setelah jika Pemerintah Kabupaten Bogor melonggarkan PSBB.

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Taman Safari Indonesia, Jansen Manansang mengaku siap membuka kembali kebun binatang yang berlokasi di Kawasan Puncak Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, jika ada kebijakan dari pemerintah mengizinkan pengoperasian tempat wisata.
"TSI menunggu pemerintah. Kami dengar Pemerintah Bogor Juni ini sudah mulai melonggarkan, tentu sepenuhnya akan ikuti protokol kesehatan," ujarnya di Cisarua, Bogor, Rabu 26 Mei 2020, usai mengenalkan Fitri, bayi orang utan yang lahir saat Idul Fitri 1441 Hijriah lalu.
Meski begitu, Jansen mengaku belum tahu pasti kapan Pemerintah Kabupaten Bogor akan mencabut penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Tapi, ia sudah menyiapkan sejumlah program, ketika TSI dibolehkan menerima pengunjung pada masa pandemi Covid-19."Kami sudah bikin program, begitu (pengunjung) masuk langsung dicuci kendaraannya, pakai masker, lalu mereka bisa berkeliling tanpa ada gangguan," katanya.
Jansen mengakui sulitnya memelihara satwa TSI tanpa mendapatkan pemasukan dari tiket pengunjung. Menurutnya, dalam sehari ia perlu menyiapkan dana sekitar Rp 50 juta untuk membeli pakan berupa daging sebanyak 700 kilogram dan berbagai macam sayuran. Ia menegaskan bahwa sejak tutupnya TSI pada awal mula penerapan PSBB, pihaknya tetap menjalankan kewajiban dalam menyelamatkan dan merawat satwa sesuai kaidah kesejahteraan satwa.
Terbukti, satwa-satwa tersebut tetap berkembang biak meski di tengah pandemi Covid-19 . Seperti seekor gajah yang belum genap sebulan melahirkan anak yang diberi nama Covid. Selain Fitri dan Covid, TSI mencatat ada sejumlah satwa yang lahir saat pandemi, yaitu 12 ekor komodo, satu ekor burung kasturi raja, dua ekor zebra, serta dua ekor genu.

ANTARA

Artikel Asli