Saling Ejek, Pria Berkumis Habisi Nyawa Ponakan Usia 14 Tahun, Kronologi

Tribunnews.com Dipublikasikan 02.51, 06/12/2019 • Darul Amri Lobubun
Kapolrestabes Makassar Kombes Yudhiawan Wibisono, merilis kasus paman menganiaya ponakan hingga tewas. (darul/tribun-timur.com )
Kapolrestabes Makassar Kombes Yudhiawan Wibisono, merilis kasus paman menganiaya ponakan hingga tewas. (darul/tribun-timur.com )

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Rahman (50) pelaku penganiaya ponakan sendiri hingga meninggal dunia, kini sudah diamankan oleh tim Polrestabes Makassar. 

Pria berkumis tersebut dibekuk tim gabungan Polrestabes di Desa Pampangang, Maros, Rabu (4/12) malam, sekitaran 18.40 Wita.

Rahman ditangkap usai jadi buronan usai menganiaya ponakan sendiri, Fikram (14) hingga tewas pada 30 November 2019.

Tersangka dibekuk saat mengembalikan motor pinjaman yang ia pakai melarikan diri, setelah tahu ponakannya meninggal.

Kasus ini dirilis Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Yudhiawan Wibisono di lobi Polrestabes, Kamis (5/12/2019) siang.

Kombes Yudhiawan mengakui, memang betul Rahman telah membunuh ponakan sendiri (Fikram) dengan cara melempar.

"Tersangka ini menganiaya korban yang merupakan ponakan, caranya melempar korban dengan batu," ungkap Yudhiawan.

Lanjut Yudhiawan, Rahman menganiaya ponakan dengan cara melempar dengan batu, dan mengenai kepala belakangnya.

"Jadi tersangka melempar korban dengan batu kecil tapi tajam, dan mengenai kepala belakang (samping telinga)," lanjutnya.

Diberitakan tribun, kejadian penganiayaan berujung kematian korban terjadi di area proyek perumahan elit di Biringkanaya.

Keduanya bekerja sebagai buruh harian di proyek perumahan elit dari pengembang PT Sumarecon, Biringkanaya, Makassar.

Saat itu, Rahman dan ponakannya terlibat cekcok dan saling ejek. Dari situ memicu emosi tersangka dan melempar korban.

Menurut Yudhiawan, tersangka melempar korban dengan sebongkah batu campuran semen hingga korban jatuh dan pingsan.

"Ini gara-gara saling ejek, tersangka emosi dan melempar korban pakai batu itu dan terkena bagian belakang telinga," jelasnya.

Karena langsung pendarahan, korban pun dilarikan ke Rumah Sakit Sayang Rakyat. Tapi korban meninggal dalam perjalanan.

"Batunya ini sangat tajam dan mengenai urat yang menghubungkan aliran darah ke otak, langsung tewas," kata Yudhiawan.

Korban dan tersangka merupakan warga asal Kabupaten Maros. Keduanya punya kedekatan, antara paman dan ponakan.

Rahman diancam Pasal 80 Ayat 3 Juncto Pasal 76 C, UU RI Nomor 35 tahun 2014 Tentang Penghapusan UU Nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. (dal)

Artikel Asli