Salah Kaprah Posisikan Jari-jari di Tuas Rem Sepeda Motor

kumparan Dipublikasikan 10.03, 17/09/2019 • Bangkit Jaya Putra
Ilustrasi jari tangan ke tuas rem sepeda motor Foto: dok. Istimewa

Bisa mengendarai sepeda motor belum tentu memahami teknik benar untuk mengendarai dengan aman. Coba perhatikan saja, masih banyak biker yang meletakkan dua jari pada handle atau tuas rem. Posisi tersebut tentu sangat tak dianjurkan, dan berbahaya buat pengemudi.

Head of Safety Riding Promotion Wahana, Agus Sani mengatakan, kebiasaan tersebut berpotensi membuat pengendara seringkali melakukan pengereman secara mendadak, karena efek dari 'refleks'.

“Itu memang sudah jadi kebiasaan pengendara, paling banyak memang di pengguna motor matik. Rem depan punya sifat cengkram yang lebih kuat dibanding rem belakang. Jika ada hentakan atau sentuhan sedikit dalam, dengan kondisi kaget biasanya akan jatuh atau ban terkunci kalau yang belum ABS,” ucapnya ketika berbincang dengan kumparan beberapa waktu lalu.

Test Ride Honda PCX 150 Foto: Istimewa

Menurut Agus, ada baiknya demi keamanan dan keselamatan, biasakan ketika berkendara posisi telapak tangan menggenggam sempurna grip gas, bukan pada tuas rem.

“Ketika orang itu di jalan dan melihat situasi bahaya, otak pasti akan refleks mengirim sinyal ke tangan buat narik rem depan, padahal kita belum mau rem. Lebih bahaya kalau jalur lagi licin, ketika jalur licin potensi ban depan tergelincir pasti besar,” lanjutnya.

Teknik rem yang benar

Ilustrasi posisi jari yang benar ketika mengerem di sepeda motor Foto: dok. Istimewa

Selain posisi telapak tangan, Agus mengingatkan, ketika menarik tuas rem baiknya pengendara menggunakan empat jari, ini dilakukan untuk meminimalisir kecelakaan ketika melakukan pengereman.

“Ketika ingin mengurangi kecepatan, teknik yang benar adalah menarik tuas rem belakang dan depan secara bersamaan. Tapi usahakan ketika menekan rem depan dilakukan dengan empat jari,” katanya.

Selain agar lebih optimal, menarik tuas rem depan dengan empat jari, secara otomatis akan membuat handle gas mengendur atau menutup, sehingga menghasilkan efek engine break, yang dapat membantu mengurangi kecepatan. Dengan itu, kerja sistem pengereman juga tak begitu berat.

“Kalau enggak dengan empat jari, pernah enggak lihat orang ngerem tapi gas motornya masih bekerja? Padahal sudah ngerem dan motor sudah berhenti. Itu sebenarnya fungsi rem dengan empat jari,” paparnya.

Artikel Asli