Sadis Sekaligus Mengerikan! Remaja 16 Tahun Tega Belah Kepala Ibunya dengan Kapak

Keepo.me Dipublikasikan 02.37, 02/06 • Muhammad Sidiq Permadi

Bener-bener biadab!

Kejahatan tidak mengenal tempat dan pelakunya. Siapa pun dan di mana pun tempatnya orang-orang bisa saja berbuat jahat. Entah itu ketika berada di dalam rumah ataupun di luar rumah. Atau kejahatan itu dilakukan oleh tetangganya, sahabatnya, bahkan anggota keluarganya. Jika diri telah dikendalikan oleh hawa nafsu dan emosi, maka kejahatan pun akan terjadi.

Hal itulah yang dilakukan oleh seorang remaja berusia 16 tahun asal Amerika Serikat bernama David Brom. Parahnya, dia tega membunuh seluruh anggota keluarganya lantaran kesal tidak diperbolehkan untuk mendengarkan lagu favoritnya. Seperti apa kisahnya? Melansir Kumparan (28/5/2020), berikut ini ulasan singkatnya.

1.David Brom sang pembunuh

www.postbulletin.com
www.postbulletin.com

David Brom merupakan pria yang lahir pada tanggal 3 Oktober 1971 di Minnesota, Amerika Serikat. David dilahirkan dari kalangan keluarga Katolik yang sangat taat serta menjungjung tinggi nilai-nilai keagamaan.

Meski begitu, David tumbuh berbeda dari anggota keluarganya. Malahan bisa dibilang kehidupan remajanya berbanding terbalik dengan kehidupan anggota keluarga lainnya.

Pada saat remaja, David sangat menyukai musik-musik dengan alunan lirik yang nyentrik. Bahkan tidak jarang ia mendengarkan musik favoritnya sambil melantunkan lirik yang dianggap melecehkan nilai-nilai agama. Hal ini jelas bertolak belakang dengan latar belakang keluarganya.

2.20 Februari 1988

www.reddit.com
www.reddit.com

Pada tanggal 20 Februari 1988, David yang kala itu berusia 16 tahun tengah menggandrungi aliran musik dari salah satu band favoritnya di sekolah. Sayangnya, band favoritnya itu kerap menyanyikan lagu dengan lirik-lirik yang menghina agama.

Misalnya salah satu lirik yang berbunyi “Christian is so stupid, communism is good!” Mengetahui anaknya kerap mendengar lagu-lagu yang seperti itu, sang ayah menjadi marah besar dan memicu pertikaian keluarga.

David yang tidak tahan lagi dengan omelan ayahnya lantas mengambil sebuah kapak dan langsung menancapkannya ke punggung sang ayah. Sang ibu yang juga ikut terlibat dalam pertikaian tak lepas dari sasaran amarah David.

Entah apa yang merasukinya, David langsung mengambil kapak yang sebelumnya digunakan untuk membunuh ayahnya. Setelah itu, David secara keji langsung membelah kepala ibunya dengan kapak tersebut.

Sementara kedua saudaranya disekap di dalam gudang sebelum akhirnya dipukuli secara membabi buta dengan menggunakan pipa besi hingga tewas mengenaskan.

3.Bangga telah membunuh

mycrimelibrary.com
mycrimelibrary.com

Keesokan harinya, David pergi ke sekolah seperti biasa dengan perasaan santai tanpa menyesali tindakan pembunuhan yang dilakukannya. Tanpa rasa takut dan bersalah, David bahkan dengan bangga bercerita kepada teman-temannya bahwa dirinya telah membunuh seluruh anggota keluarganya.

Rumor tentang pembunuhan yang dilakukan David terus menyebar ke seluruh sekolah hingga akhirnya pihak sekolah yang diwakili oleh para guru memutuskan untuk melaporkan David ke pihak yang berwajib.

4.Dipenjara seumur hidup

www.kaaltv.com
www.kaaltv.com

Setelah mendapatkan laporan, pihak kepolisian dengan sigap bergegas untuk melakukan penangkapan terhadap David. Remaja 16 tahun itu pun akhirnya berhasil ditangkap tanpa adanya perlawanan.

Polisi yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) menemukan jasad dari ayah, ibu, dan dua orang kakak David dalam kondisi yang mengenaskan. Ketika diinterogasi, David mengakui semua perbuatannya.

David mengaku tega membunuh seluruh anggota keluarganya karena dipicu oleh sikap sang ayah yang melarangnya untuk mendengarkan kaset musik yang baru saja dibeli.

Setelah menjalani persidangan, hakim memutuskan hukuman penjara seumur hidup kepada David meski David masih berusia 16 tahun. Beberapa kuasa hukum David sempat mencoba meminta keringanan hukuman karena menganggap David mengalami kondisi gangguan kejiwaan.

Akan tetapi, permintaan tersebut ditolak dan David pun harus menjalani hukuman penjara seumur hidup di Minnesota Correctional Facility Stillwater.

Itu dia kisah tentang seorang remaja bernama David Brom yang secara keji tega membunuh seluruh anggota keluarganya hanya karena masalah sepele. Benar-benar deh kejahatan itu tidak mengenal tempat dan pelaku.

Mungkin hal yang bisa dipelajari oleh kita semua dari kasus ini adalah selalu komunikasikan sesuatu secara baik-baik. Jangan sampai karena terlalu marah jadinya malah kalap dan lupa diri. Ingat deh, kalau misalnya marah, lebih baik langsung mengambil air wudhu.

Selain itu, penting buat para orangtua untuk mengawasi perilaku anak-anaknya sedari dini. Jangan sampai dilepas begitu saja. Karena faktor lingkungan dan pergaulan itu sangat berpengaruh, terutama ketika anak-anak memasuki fase remaja. Pokoknya, tetap berusaha untuk menjaga lisan, hati, dan pikiran ya, guys!

Artikel Asli