Saat Mendag Enggar 'Ngomel' ke Adidas dan Uniqlo

Merdeka.com Dipublikasikan 14.07, 16/10/2019
Enggartiasto Lukita. Yayu A©2018 Merdeka.com
Dia pun menegaskan, dengan jumlah populasi yang besar, Indonesia merupakan tempat investasi yang menjanjikan. Dia bahkan bercanda akan menggunakan merek lain, karena pasar dan investasi Adidas di Indonesia masih kecil.

Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita meminta para pelaku industri tekstil untuk terus menggenjot dan memperluas usaha di Indonesia. Sebab Indonesia memiliki potensi pasar yang besar.

Sebagai informasi, dalam pertemuan dengan sejumlah pelaku industri tekstil, terjadi diskusi dialogis antara Mendag Enggar dan pelaku industri. Salah satunya Uniqlo dan Adidas.

"Uniqlo jangan bangun di kota bagian pinggiran, di kota-kota kecil. 100 meter persegi, 200 meter persegi," ungkap Enggar di ICE BSD, Banten, Selasa (16/10).

Enggar menegaskan bahwa pemerintah tidak menetapkan batas tertentu kepada para pelaku usaha untuk mengembangkan usaha. Baik untuk membuka gerai di mal atau membuka toko sendiri.

"Tidak ada batas jika kamu mau buka di shopping center, 100 meter persegi, 150 meter persegi, 200 meter persegi. Buka tempat sendiri, tapi jangan terlalu kecil. Saya percaya Uniqlo mampu buka 2.000 m2. Setiap orang datang," ujar dia.

Hal yang sama pun dia tanyakan kepada Adidas. "Saya hanya ingin tahu, apa Indonesia kedua yang terbesar atau yang pertama terbesar?," tanya Enggar.

Dia pun menegaskan, dengan jumlah populasi yang besar, Indonesia merupakan tempat investasi yang menjanjikan. Dia bahkan bercanda akan menggunakan merek lain, karena pasar dan investasi Adidas di Indonesia masih kecil.

Apalagi kalau Indonesia kalah dengan negara lain yang memiliki potensi pasar lebih kecil. "Saya akan pilih pakai yang lain dari pada Adidas. Kalau terbesar kedua setelah China oke lah, tapi kedua terbesar setelah Vietnam, ya ampun. Populasi kami 267 juta!" tandas Enggar.

Artikel Asli