Saat Indonesia Disebutkan Akan Mendapatkan Prioritas Vaksin Covid-19 Produksi China...

Kompas.com Dipublikasikan 00.05, 14/08 • Mela Arnani
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Do. Shutterstock)

KOMPAS.com - Indonesia disebutkan akan mendapatkan prioritas akses vaksin Covid-19 yang dibuat China, setelah mendapatkan persetujuan.

Dilansir CNA (12/8/2020), ini menjadi keuntungan bagi Indonesia karena berpartisipasi dalam uji coba tahap akhir pada manusia dari kandidat vaksin produksi Sinovac Biotech, yang merupakan salah satu vaksin di dunia yang memasuki uji klinis fase 3.

"Tentu kita akan mendapat prioritas, itu komitmen mereka," ujar Ketua Uji Klinis Bio Farma Rini Mulia Sari, Rabu (12/8/2020).

Bio Farma merupakan perusahaan farmasi milik negara dan satu-satunya produsen vaksin di Indonesia.

Perusahaan ini bekerja sama dengan Universitas Padjajaran (Unpad) dalam melakukan uji coba di Indonesia.

Uji kandidat vaksin, yang dikenal sebagai CoronaVac, dilakukan pada 1.620 relawan selama enam bulan.

Uji coba di negara lain

Ilustrasi vaksinasi(SHUTTERSTOCK/Africa Studio)
Ilustrasi vaksinasi(SHUTTERSTOCK/Africa Studio)

Sinovac juga melakukan uji coba di negara lain seperti Brasil dan Bangladesh.

Jika uji coba berhasil, Bio Farma akan memproduksinya di Bandung.

"Juga akan ada transfer teknologi. Jadi yang akan dipasarkan (di Indonesia) adalah yang di produksi Bio Farma, artinya akan mengusung brand Bio Farma," kata Rini.

Lebih lanjut, transfer teknologi akan mencakup formula untuk memproduksi vaksin tersebut.

Sementara itu, pihak perusahaan percaya bahwa vaksin tersebut siap digunakan paling cepat Maret tahun depan.

Selain bermitra dengan Sinovac, saat ini Indonesia juga sedang mengembangkan vaksin sendiri.

Indonesia bekerja sama dengan negara penghasil vaksin potensial lainnya seperti Korea Selatan dan Uni Emirat Arab.

Uji klinis Sinovac di Indonesia dilakukan saat ekonomi terbesar di Asia Tenggara berjuang untuk menahan penyebaran Covid-19.

Bio Farma

Presiden Joko Widodo meninjau fasilitas dan kapasitas produksi vaksin Covid-19 di Bio Farma. (Dok BIO FARMA)
Presiden Joko Widodo meninjau fasilitas dan kapasitas produksi vaksin Covid-19 di Bio Farma. (Dok BIO FARMA)

Diberitakan Kompas.com (11/8/2020), pengujian vaksin yang dilakukan Bio Farma ini dilakukan secara bertahap.

Gelombang pertama dilakukan pada minggu kedua Agustus, dengan tes vaksin diterapkan ke 120 subyek relawan.

Selanjutnya, uji pada minggu ketiga dan keempat Agustus, akan disuntikkan ke masing-masing 144 relawan.

Sehingga pada September, diperkirakan sebanyak 408 relawan telah menjalani tes vaksin.

Penyuntikan dan pemantauan pasien uji klinis tahap 3 dilakukan terus menerus dan berlangsung hingga minggu ketiga Desember 2020.

Total yang diuji sebanyak 1.620 relawan, di mana mayoritas terdiri dari warga Bandung karena harus terus dimonitor, diperiksa, dan menjalani analisa rutin untuk menilai efektivitas vaksin.

Uji klinis tahap 3 merupakan tahapan yang perlu dilalui semua produk farmasi termasuk obat-obatan dan vaksin sebelum dilakukan produksi secara massal.

KOMPAS.com/Akbar Bhayu TamtomoInfografik: Syarat Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19

Penulis: Mela ArnaniEditor: Sari Hardiyanto

Artikel Asli