Saat Bayi Tertukar, Nasib Anak Tajir Berubah Drastis & Berakhir Miris

Haibunda Dipublikasikan 00.49, 05/07 • Jujuk Ernawati

Kenyataan yang akhirnya terungkap setelah puluhan tahun membuat kisah salah satu putra orang tajir ini terasa menyayat hati, Bunda. Sopir truk ini baru mengetahui bahwa dia sebenarnya bisa memiliki kehidupan yang jauh lebih baik jika dirinya tak tertukar saat bayi.

Pria yang memilih tetap anonim itu baru mengetahui fakta tersebut di usia lanjut, 60 tahun. Dia dilahirkan dari salah satu keluarga tajir di Jepang, namun karena kesalahan rumah sakit, nasibnya jadi berubah drastis.

Dia lahir pada Maret tahun 1953 di Rumah Sakit San-Ikukai di Sumida Ward, Tokyo. Kala itu, staf rumah sakit salah mengira bahwa dia adalah anak dari pasangan yang putra kandungnya lahir 13 menit setelahnya.

Karena kesalahan rumah sakit, putra anak keluarga kaya itu harus menjalani kehidupan sulit. Dia dibesarkan oleh ibu tunggal yang tinggal di sebuah apartemen sederhana bersama dengan dua saudaranya yang lain, saat 'ayahnya' meninggal dunia pada tahun 1955. Hidup mereka pun didukung bantuan sosial dari pemerintah.

Dikutip dari National Public Radio (NPR), dia harus bekerja di bengkel kecil saat lulus Sekolah Menengah Pertama (SMP) demi membiayainya dan keluarga. Sambil bekerja, dia ikut kelas malam untuk melanjutkan sekolah hingga akhirnya lulus dan bekerja sebagai sopir truk.

Sementara anak laki-laki yang tertukar tempat dengannya menjalani kehidupan serba kecukupan. Pria itu mendapatkan pendidikan yang baik di sekolah swasta hingga perguruan tinggi bersama dengan tiga saudara lainnya. Dan jika dia menjadi sopir truk selama bertahun-tahun, pria yang menempati posisinya menjadi presiden di sebuah perusahaan real estate.

Bayi/ Foto: Getty Images/iStockphoto/EKSTAZA

Kisah pertukaran bayi itu terbongkar setelah saudara kandung presiden perusahaan real estate tersebut curiga dengan kakak tertua mereka karena penampilannya yang berbeda. Setelah melakukan pencarian panjang hingga ke rumah sakit mereka dilahirkan serta berdasarkan hasil tes DNA pada Januari 2009, akhirnya diketahui kedua pria itu benar tertukar saat bayi.

Sopir truk tersebut akhirnya menggugat pihak rumah sakit. Pengadilan akhirnya memutuskan rumah sakit wajib membayar kerugian sebesar USD317 ribu karena dianggap telah menyebabkan tekanan mental dan merampas kesempatan baginya mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi.

"Saya lega dengan keputusan pengadilan atas tuntutan kami," kata pengacara sopir truk tersebut.

Mirisnya, fakta itu terungkap setelah kedua orang tua kandung sopir truk itu meninggal dunia, sehingga pria tersebut tidak mengetahui dan tak mengenal orang tua kandungnya. Dia berharap bisa memutar waktu kembali supaya bisa bertemu dengan orang tuanya.

"Ketika saya mengetahui tentang orang tua kandung saya dua tahun lalu, saya berpikir, betapa saya berharap mereka membesarkan saya," ujarnya.

Meski demikian, dia menerima kenyataan itu dengan ikhlas dan bijak. Dia tetap bersyukur kepada keluarga yang telah membesarkannya serta orang tua kandungnya.

Dia juga mengatakan, tidak dendam atau benci dengan pria yang telah bertukar tempat dengannya. Dia menyadari bahwa mereka berdua adalah korban, sehingga tidak bisa marah kepada pria tersebut. Kisahnya anak keluarga tajir yang tertukar ini pun banyak mengundang simpati banyak orang, Bunda.

Artikel Asli