Rupiah Libas Dolar AS dalam Sepekan

Medcom.id Dipublikasikan 04.04, 11/07 • https://www.medcom.id
Foto: dok MI.

Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) di sepanjang pekan ini terpantau positif. Kendati mata uang Garuda yang tak henti-hentinya menghantam mata uang Paman Sam, harus rela berakhir sedikit melemah ketika menutup pekan ini.

Mengutip data Bloomberg, Sabtu, 11 Juli 2020, nilai tukar rupiah pada awal pekan ini atau tepatnya Senin, 6 Juli, berada di level Rp14.490 per USD. Lalu pada Selasa, 7 Juli, nilai tukar rupiah berhasil menguat ke posisi Rp14.440 per USD. Kemudian pada Rabu, 8 Juli, mata uang Garuda kembali sukses menguat ke level Rp14.410 per USD.

Sedangkan pada Kamis, 9 Juli, nilai tukar rupiah lagi-lagi mampu menghantam mata uang Paman Sam dan mantap ke level Rp14.395 per USD. Namun sayangnya, pada akhir pekan atau tepatnya Jumat, 10 Juli, nilai tukar rupiah harus melemah ke level 14.435 per USD. Kondisi itu terjadi di tengah meningkatnya kasus covid-19 di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Sementara itu, kurs dolar Amerika Serikat tergelincir di akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB). Pelemahan terjadi karena para pelaku pasar mengamati meningkatnya jumlah kasus virus korona di seluruh negara bagian AS, sekaligus menimbang dampaknya pada pemulihan ekonomi.

Sedangkan pada Sabtu, 11 Juli 2020, indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,05 persen menjadi 96,6559. Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,1297 dari USD1,1296 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,2625 dari USD1,2620 pada sesi sebelumnya.

Dolar Australia jatuh ke USD0,6946 dibandingkan dengan USD0,6964. Dolar AS membeli 106,93 yen Jepang, lebih rendah dibandingkan dengan 107,20 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9415 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9400 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3589 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3580 dolar Kanada.

Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat berakhir lebih tinggi pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), karena kenaikan yang terjadi pada saham keuangan mendorong pasar Wall Street. Meski demikian, pandemi covid-19 masih menjadi tantangan yang membuat bursa saham AS sulit melesat tajam.

Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 369,21 poin atau 1,44 persen menjadi 26.075,30. Sedangkan S&P 500 meningkat 32,99 poin atau 1,05 persen menjadi 3.185,04. Indeks Komposit Nasdaq naik 69,69 poin atau 0,66 persen menjadi 10.617,44.

Saham JPMorgan Chase dan Goldman Sachs masing-masing melonjak 5,47 persen dan 4,44 persen, memimpin kenaikan dalam indeks saham 30. Saham Citigroup, American Express, dan Bank of America juga ditutup lebih tinggi. Sektor keuangan di S&P 500 menguat 1,27 persen, di antara kelompok berkinerja terbaik.

Sementara itu, perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS sebagian besar diperdagangkan lebih rendah. Delapan dari 10 saham teratas berdasarkan indeks S&P AS 50 mengakhiri hari dengan catatan suram. Tidak ditampik, pandemi covid-19 yang menekan beberapa indikator perekonomian AS memicu dampak negatif ke sektor lain.

Artikel Asli