Rumah Dosen di Tangerang Dibobol Maling, Perhiasan Emas Raib

kumparan Dipublikasikan 15.01, 17/11/2019 • Indra Subagja
Suasana usai pencurian di rumah seorang dosen di Perumahan Japos. Foto: Dok. Istimewa

Sri Yuliawati (59) masih berharap polisi bisa mengungkap kasus pencurian di rumahnya. Seminggu lalu, rumahnya di Jalan Gelatik, Vila Japos, Pondok Aren, Tangerang disatroni pencuri.

Pada Sabtu 9 November sekitar pukul 12.00 WIB, dua orang pencuri, seorang pria dan seorang lagi wanita masuk ke rumah Sri Yuliawati.

Entah bagaimana, dua orang pelaku itu seperti paham situasi rumah dosen pasca sarjana di salah satu kampus swasta di bilangan Jakarta Selatan ini.

"Rumah siang itu kosong, sedang pergi semua," kata Putri, anak pertama Sri Yuliawati saat berbincang, Minggu (17/10) malam.

Ilustrasi Pencuri Masuk Dari Jendela Foto: Abil Achmad Akbar/kumparan

Di rumah itu, selain Sri, ada Putri dan suaminya Yahdi, serta anak-anak dari Putri. Ketika peristiwa pencurian terjadi, semua orang di rumah pergi ada acara di luar.

"Si pencuri seperti tahu, dia mencungkil pintu lalu masuk ke kamar. Mengambil perhiasan emas dan kamera, serta barang-barang lainnya. kerugian Rp 56 juta," beber Putri.

Pencuri selain membobol pintu depan, juga membobol pintu kamar Sri serta Putri.

"Anehnya, TV serta motor di rumah enggak dibawa. Jadi barang yang ada di kamar saja yang diambil," urai Putri.

Putri san suaminya Yahdi serta anak-anak mereka, dan Sri Yuliawati baru kembali ke rumah pukul 21.30 WIB. Saat itu mereka kaget karena pintu rumah dijebol. Saat ditengok ke dalam, kamar mereka berantakan.

"Kami lalu lapor polisi Polsek Pondok Aren. Polisi sudah datang dan melakukan pemeriksaan," tegas dia.

CCTV di komplek perumahan itu juga sudah diberikan ke petugas. Putri dan ibunya Sri kini hanya berharap polisi bisa menangkap pelaku pencurian itu.

"Sudah seminggu berlalu, kami berharap polisi bisa meringkus pencuri itu," tutup dia.

Artikel Asli