Rumah Berhadapan dengan Gunung Sinabung, Anto Pelajari Tanda Alam Sebelum Erupsi, Ada Suara Anjing Melolong

Kompas.com Dipublikasikan 04.51, 09/08 • Rachmawati
Dokumen BNPB
Erupsi Gunung Sinabung pada tahun 2017

KOMPAS.com - Anto pemilik warung yang berhadapan dengan Gunung Sinabung Tiga Panur, Kecamatan Simpang Simpat Empat mempelajari tanda alam sebelum erupsi.

Dia menyebut tanda alam yang terjadi sebelum erupsi adalah terdengar anjing melolong atau mengeluarkan suara lembut yang agak lebih panjang dari biasanya.

Selain itu Anton juga mempelajari arah mata angin yang menghembuskan debu vulkanik.

Dilansir dari Tribun Medan, Anto bercerita ia berhadapan langsung dengan erupsi untuk pertama kalinya pada tahun 2010.

Baca juga: BERITA FOTO: Hujan Abu Pasca-Erupsi Gunung Sinabung

Saat itu Anto baru tiga bulan tinggal di desa tersebut.

Warung sekaligus rumahnya yang berhadapan langsung dengan Gunung Sinabung, membuat Anto menjadi sumber informasi pertama terkait erupsi Gunung Sinabung.

Tak hanya menjadi informan utama bagi BMKG, ia juga kerap berbagi edukasi untuk masyarakat jika terjadi erupsi Gunung Sinabung.

Ia juga mempelajari bagaimana arah mata angin yang menhembuskan debu vulkanik dan tanda alam lainnya.

Baca juga: Pasca-Erupsi Gunung Sinabung, Empat Kecamatan Terkena Hujan Abu

Menurut Anto, tanda-tanda alam ini lah yang menjadi sinyal baginya jika erupsi bakal terjadi.

Pengalaman dan kedekatannya dengan alam justri menyelamatkannya dari kepanikan saat berhadapan dengan erupsi Gunung Sinabung.

Anto bercerita saat menghadapi erupsi, dia dan keluarganya sudah siap untuk mengungsi.

Lalu pada tahun 2013 dan 2014, ayah dua anak ini ikut mengabadikan momen bersejarah erupsi Gunung Sinabung.

Momen tersebut membuat sebagian warga harus relokasi salah satunya mereka pindah ke Desa Siosar.

Baca juga: Gunung Sinabung Kembali Erupsi, Tinggi Kolom Abu 2.000 Meter dari Puncak

Kala itu ia menemani wartawan foto mendatangi daerah yang terdampak erupsi Gunung Sinabung.

Dia juga banyak berkisah tentang keikut sertaannya saat mencari para korban erupsi Gunung Sinabung,

Pencarian para korban membuat Anto trauma saat melihat potongan-potongan badan korban yang terpapar erupsi Gunung Sinabung.

Baca juga: 4 Fakta Lahar Dingin Gunung Sinabung, Terjang 3 Desa hingga Warga Sempat Terseret

Di sisi lain, ia bersama wartawan foto berupaya untuk merekam situasi di daerah terdampak erupsi agar masyarakat di luar Kabupaten Karo tahu bagaimana peristiwa yang sebenarnya.

Dengan segala upayanya, dia juga mempelajari bagaimana erupsi Gunung Sinabung yang menjadi pengetahuan barunya.

Misalnya, dia semakin mengerti bagaimana arah mata angin yang menghembuskan debu vulkanik dan tanda-tanda alam yang terjadi sebelum erupsi Gunung Sinabung terjadi.

Baca juga: Fakta Dampak Erupsi Gunung Sinabung, Petani Terancam Gagal Panen hingga Tanggap Darurat Diperpanjang

Pada Sabtu (8/8/2020), sekitar pukul 01.58 WIB, Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali erupsi.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Sinabung menyebut tinggi kolom abu teramati mencapai 2.000 meter di atas puncak gunung itu atau kurang lebih 4.460 meter di atas permukaan laut.

medan.com dengan judul Kisah Pemilik Warung dan Pusat Informasi Sinabung: Sejak Erupsi Pertama, Saya Menyatu dengan Alam

Editor: Rachmawati

Artikel Asli