Rugi Hampir Rp400 Miliar, Begini Kata Manajemen Mitra Adiperkasa (MAPI)

Bisnis.com Dipublikasikan 09.58, 04/08 • Ria Theresia Situmorang
ortofolio gerai multi brand PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk. - mapactive.com
Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) berdampak signifikan terhadap kinerja Mitra Adiperkasa. Pendapatan MAPI turun 47 persen selama semester I/2020.

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten ritel PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) atau Grup MAP mengakui telah terdampak secara signifikan oleh penutupan sementara pusat-pusat perbelanjaan dan menurunnya permintaan pelanggan diakibatkan oleh pandemi Covid-19.

Pada semester pertama tahun 2020, Grup MAP membukukan rugi bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp407,94 miliar. Padahal, pada periode sebelumnya MAPI berhasil mencatatkan laba sebesar Rp499,32 miliar. Hal ini diakibatkan oleh penurunan pendapatan bersih 47,47 persen secara tahunan menjadi Rp6,79 triliun pada paruh pertama tahun ini.

Penyebab utama kerugian oleh emiten yang mengoperasikan gerai department store SOGO itu adalah tingginya beban usaha yang akhirnya membuat rugi usaha sebesar Rp330,93 miliar ditambah dengan penerapan standar akuntansi PSAK 73. 

Ratih D. Gianda, VP Investor Relations & Corporate Communications Grup MAP menyatakan perusahaan telah mengambil langkah tanggap untuk memperkuat bisnis dengan mengerahkan seluruh kemampuan omni-channel.

“Digitalisasi telah mempercepat dan terus menjadi pusat untuk semua keputusan investasi di masa yang akan datang. Perusahaan secara aktif tengah melakukan reorganisasi untuk mengurangi beban usaha secara substansial, termasuk remunerasi dan beban sewa, serta membatasi capital expenditures,” ungkap Ratih melalui siaran pers, Selasa (4/8/2020).

Selama pandemi, perseroan mengklaim mengalami pertumbuhan permintaan layanan pesan antar, belanja dan keperluan harian yang akhirnya mendorong meningkatnya penjualan DIGIMAP, Supermarket Foodhall, LEGO dan merek-merek F&B.

Entitas anak MAPI, PT Map Aktif Adiperkasa Tbk. (MAPA), gerai ritel yang menjual produk sports & leisure juga membukukan rugi bersih sebesar Rp75,26 miliar. Sementara, pada periode sebelumnya perseroan mencatatkan laba sebesar Rp365,9 miliar.

Adapun, pendapatan bersihnya peritel yang mengoperasikan gerai Sport Stations tersebut menurun 63,98 persen year-on-year menjadi Rp2,12 triliun. Lagi-lagi, beban usaha menjadi penyebab utama anjloknya laba perseroan yang tercermin dari rugi usaha sebesar Rp95,18 miliar.

Margin laba kotor MAPA untuk kuartal kedua turun dari 45,5 persen menjadi 30,4 persen, diklaim karena adanya keperluan product clearance pada saat itu, serta arus masuk inventory baru yang lebih sedikit dikarenakan adanya pembatalan pemesanan, dan juga sebagian dampak dari negatif fluktuasi mata uang.

Ratih mengatakan perseroan tetap meningkatkan inisiatif digital perusahaan sehingga pertumbuhan kinerjanya mencapai lebih dari 380 persen melalui situs online yang dikelola oleh perusahaan seperti Planet Sports, Kidz Station, dan marketplace lainnya melalui platform pihak ketiga.

Menanggapi prioritas perusahaan untuk sisa tahun 2020, Ratih menyatakan MAPA akan terus mencerminkan keseimbangan dalam mencapai tujuan jangka pendek dan jangka panjang.

“Kami akan terus fokus pada manajemen biaya dan disiplin dalam mengelola capital expenditure, bersamaan dengan pembukaan kembali gerai–gerai usaha secara bertahap di seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Sebagai kesimpulan, Ratih mengungkap bahwa meskipun tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan menurun, kinerja Grup MAP mengalami peningkatan penjualan secara bertahap didukung oleh antusiasme pelanggan dalam berbelanja.

“Kita tengah berada di era yang penuh ketidakpastian. Perusahaan telah melalui berbagai tantangan besar di masa lalu, sehingga kami percaya mampu melewati masa pandemi Covid-19 ini, serta bangkit lebih efisien dan lebih kuat,” tutupnya.

Artikel Asli