Rudal Katyusha Iran Hanya Sebabkan Tentara Amerika Gegar Otak?

Tempo.co Dipublikasikan 02.00, 18/01/2020 • Zacharias Wuragil
Roket Katyusha. Kredit: Wikipedia
Sebelumnya, Iran mengklaim serangan balasan atas kematian jenderalnya itu menewaskan 80 tentara AS.

TEMPO.CO, Jakarta - Amerika Serikat sedang merawat 11 tentaranya karena memperlihatkan tanda-tanda gegar otak. Luka-luka itu didapat setelah Iran melancarkan serangan rudal ke sebuah pangkalan Irak yang ditempati pasukan AS, 8 Januari 2020.
Sebelumnya, AS mengatakan tidak ada anggota militernya yang terluka dalam serangan itu. Tembakan rudal itu merupakan balasan Iran atas serangan pesawat nirawak AS di Baghdad pada 3 Januari, yang menewaskan jenderal Iran, komandan Pasukan Quds Garda Revolusi Iran, Qassem Soleimani.
Presiden Donald Trump dan militer AS sebelumnya mengatakan tidak ada korban dalam serangan di pangkalan udara Ain al-Asad di Irak barat itu dan di sebuah pangkalan lainnya di wilayah Kurdi utara. Padahal ada lebih dari seribu serdadunya di sana.
"Walaupun tidak ada personel AS yang meninggal dalam serangan Iran pada 8 Januari ke pangkalan udara Al Asad, beberapa personel sedang dirawat karena memperlihatkan gejala gegar otak akibat ledakan dan mereka sedang diperiksa," kata Kapten Bill Urban, juru bicara Komando Pusat AS.
Sebagai langkah pencegahan, beberapa tentara dibawa ke fasilitas AS di Jerman dan Kuwait untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. "Kalau dianggap sudah bisa menjalankan tugas, para personel diperkirakan akan kembali ke Irak," kata Bill.
Sebelumnya diberitakan kalau Iran telah melakukan serangan puluhan rudal ke setidaknya dua pangkalan militer Amerika Serikat di Irak pada Rabu dini hari, 8 Januari 2020. Serangan tersebut menggunakan rudal Katyusha buatan Rusia dan mengklaim sebanyak 80 tentara Amerika tewas.

Belakangan juga dipastikan tentara Iran telah merudal sebuah pesawat komersil Ukraina dan menewaskan seluruh 176 orang di dalamnya. Diduga militer Iran sedang panik mengantisipasi serangan balasan dari Amerika yang akan mengirim uang drone maunya MQ-9 Reaper yang menewaskan Soleimani.

Artikel Asli