Rt Jakarta Capai di Bawah 1, Jakarta Siap Sambut 'New Normal'

Media Indonesia Dipublikasikan 00.30, 01/06 • http://mediaindonesia.com/
Calon penumpang menunggu kedatangan kereta di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Sabtu (30/5).

PELAKSANAAN Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jakarta yang saat ini memasuki tahap ketiga hanya tersisa empat hari lagi.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut angka tingkat penularan atau reproduction number (Rt) covid-19 Jakarta sudah berada di bawah 1 atau tepatnya 0,98.

Meski harus tetap mengadakan evaluasi untuk pelaksanaan PSBB tahap 3, Ariza, demikian sapaan akrabnya, optimistis Jakarta siap memasuki masa transisi ke 'new normal'.

"Insya Allah dalam beberapa hari ini nanti kita akan evaluasi sehingga pada 5 Mei dimungkinkan pada masa kenormalan baru," ungkap Ariza di Jakarta, Minggu (31/5).

Pemprov DKI menurutnya sudah menyiapkan berbagai skema yang harus dijalankan pada masa 'new normal' seperti kewajiban penggunaan masker. Masker pun diharuskan menjadi bagian dari busana sehari-hari.

"Hidup berperilaku hari-hari sebelumnya kita akan masuki tatanan baru dalam kehidupan sehari-hari umpannya nanti masuk kantor pabrik, mall, masuk pasar tetap harus gunakan masker. Bahkan Pak Gubernur meminta DKI Jakarta pegawainya menjadikan masker sebagai seragam," tuturnya.

Baca juga: 

Kedisiplinan dalam menjaga kebersihan seperti yang dilakukan contohnya oleh penduduk Jepang pun dijadikan kiblat. Menurutnya, warga Jepang sudah memiliki kebiasaan memakai masker dan tidak sembarang bersentuhan tangan saat sedang sakit.

"Sudah lama di Jepang menggunakan masker, tidak bersentuhan, itu jadi budaya," ungkapnya.

Kebiasaan baru lainnya yakni harus cuci tangan, pengecekan temperatur badan. Sementara untuk kendaraan hanya boleh diisi 50% dari total kapasitas maksimal penumpang. Regulasi terbaru terkait 'New Normal' ini juga sedang disiapkan oleh Pemprov. Regulasi ini juga terkait dengan bentuk pengawasan bagi warga.

"Prinsipnya harus ada tatanan baru. Kami siapkan regulasi termasuk pegawasan dan titik cek point," pungkasnya. (A-2)

Artikel Asli