Roy Kiyoshi Resmi Cabut Laporan, Pihak Ruben Onssu Anggap Mempermainkan Institusi Kepolisian?

cumicumi.com Dipublikasikan 15.00, 22/11/2019 • Cumicumi
Roy Kiyoshi Resmi Cabut Laporan, Pihak Ruben Onssu Anggap Mempermainkan Institusi Kepolisian?
Roy Kiyoshi didampingi kuasa hukumnya, Henry Indraguna mendatangi Polda Metro Jaya, Kamis (21/11). Roy resmi mencabut laporan atas pelaku pembuat video fitnah restoran Ruben Onsu. Benarkah pihak Ruben menduga Roy hanya mempermainkan institusi kepolisian karena pasca melapor langsung mencabut?

Roy Kiyoshi didampingi kuasa hukumnya, Henry Indraguna mendatangi Polda Metro Jaya, Kamis (21/11). Roy resmi mencabut laporan atas pelaku pembuat video fitnah restoran Ruben Onsu. Benarkah pihak Ruben menduga Roy hanya mempermainkan institusi kepolisian karena pasca melapor langsung mencabut?

“Sekarang begini, bukan kami mempermainkan institusi kepolisian. Lihat dong kemarin kan videonya sudah jelas ya bahwa orang tuanya sampai begitunya, sampai mau menyembah, sampai tangisan. Kami pun itu juga tidak ada dalam pikiran kami gitu ya. Tadinya kan kami mau adakan mediasi secara normatif. Tapi begitu mau dimulai saja sudah kayak begitu. Coba sekarang bayangkan kalau kalian semua anaknya mendapatkan permasalahan seperti begini, bagaimnaa rasanya? Itu yang kami perhatikan,” kata Henry saat ditemui di Polda Metro Jaya, Kamis (21/11).

Roy mengaku tidak tega melihat orang tua dari Abril menangis. Apalagi tangis ayah Abril terjadi di depan mata, hingga membuat jika kemanusiaan Roy muncul dan tak tega melihatnya.

“Karena kemarin kami sebelum bertemu kan berbeda ya, kami tetap tegak lurus, keadilan ditegakkan, permohonan maaf diterima, tapi untuk laporan kami tetap tidak akan cabut. Tapi begitu kami bertemu langsung, melihat langsung, sampai bisa sebegitunya, hati kami ini terketuk dan menangis. Di mana rasa kemanusiaan kita ini? Maka dari itulah, kami mengutamakan rasa kemanusiaan. Dan saya yakin, semua netizen, semua penonton di rumah, saya yakin akan sepakat dan setujulah apa yang dilakukan Roy. Anak 21 tahun, tidak ada niat untuk menguntungkan diri sendiri, mencari apa ya uang yang banyak atau apa, enggak ada kok. Mens rea-nya kalau menurut kami tidak terlihat ada niat mencelakakan. dan ingat ya di dalam judul tersebut masih ada tanda tanya lho ya, perhatikan itu, coba dibaca lagi. Itu ada tanda tanya. Jadi belum tentu itu menunjuk atau menuduh. Sudahlah. Ya. Tapi itu semua adalah pilihan. Kalau kami lebih memilih penyelesaian ini demi alasan kemanusiaan. Karena umurnya 21 tahun,” jelasnya.

Menurut Henry, efek jera sudah sangat dirasakan Abril pasca kasus naik ke media. Abril pasti menerima bully-an, hingga membuatnya drop.

“Ini kan kejadian seperti ini, ya, itu sudah terlihatlah ya. Kalau memang nanti dilihat mens rea-nya memang ada niat jelek, niatnya memang mau mencelakakan. Oh, kami teruskan sampai langit runtuh. Tapi kalau umur 21 tahun, orang tuanya dari desa lho itu, dari desa sampai menyembah-nyembah, nangis-nangis gitu. Ndlosor, bahasa Jawanya. Masa kami tetap mau memperkarakan? Di mana hati kita ini?,” tutur Henry.

“Ya. Ini mungkin sebagai contoh untuk para netizen lain untuk menggunakan sosial media dengan baik dan benar,” tutup Roy. O gun/nov

Artikel Asli