Ronaldo Berharap Ketemu Real Madrid di Final Liga Champions

kumparan Dipublikasikan 08.43, 13/12/2019 • Billi Pasha Hermani
Cristiano Ronaldo merayakan gol dengan mengenakan jersi baru Juventus. Foto: Reuters/Massimo Pinca

Real Madrid cuma finis sebagai runner-up Grup A Liga Champions 2019/20. Artinya, potensi final kepagian bakal makin tinggi di babak 16 besar nanti.

Madrid mungkin saja bersua tim-tim kuat macam Bayern Muenchen, Manchester City, Liverpool, serta Juventus. Bakal menarik, nih, andai El Real bersua dengan klub yang disebut belakangan. Secara, Juventus saat ini diperkuat Cristiano Ronaldo, pemain yang pernah jadi figur penting buat mereka.

Eh, tapi Ronaldo tak ingin itu terjadi lebih cepat. Topskorer Madrid sepanjang masa itu berharap berjumpa dengan mantan timnya di partai final saja.

"Real Madrid adalah tim yang luar biasa tetapi saya lebih suka melawan mereka nanti. Mungkin di final, aku akan melawan mereka," kata Ronaldo kepada Sky Sports.

Ronaldo saat masih membela Real Madrid. Foto: Reuters/Alkis Konstantinidis

Sulit membantah besarnya kontribusi Ronaldo buat Madrid, di pentas Liga Champions khususnya. Dia jadi tonggak penting atas keberhasilan Los Blancos empat kali merengkuh 'Si Kuping Besar'.

Tahu sendiri bagaimana amburadulnya Madrid setelah Ronaldo angkat kaki. Mereka gagal total di ajang La Liga, Copa del Rey, dan Liga Champions. Mentok cuma trofi Piala Dunia Antarklub yang berhasil diraih Madrid di musim 2018/19.

Lha, Ronaldo? Dia sukses menggamit Serie A dan Supercoppa Italia bersama Juventus. Itu belum dihitung dengan keberhasilannya meraih gelar Pemain Terbaik Serie A. Ya, semua itu langsung diraihnya pada musim perdananya bersama Bianconeri.

Ronaldo moncer di musim perdananya bersama Juventus. Foto: Reuters/Massimo Pinca

Pada musim ini, Juventus pun masih terlihat lebih konsisten ketimbang Madrid. Toleh saja catatan mentereng Paulo Dybala dan kawan-kawan di Grup D Liga Champions. Mereka bertengger di pucuk klasemen tanpa pernah kalah. Perlu diingat, Juventus tergabung dengan grup yang tak bisa dibilang mudah --Atletico Madrid, Bayer Leverkusen, dan Lokomotiv Moskva.

Sementara Madrid, cuma mampu mencatatkan rasio kemenangan 50% di Grup A. Paling memalukan, ya, kekalahan 0-3 dari Paris Saint-Germain dan bermain imbang dengan Club Brugge di Santiago Bernabeu.

Laga Madrid vs PSG Foto: REUTERS/Susana Vera

Jadi memang bukan tanpa alasan Ronaldo menghindari Madrid di babak 16 besar. Toh, itu buat kebaikan mereka sendiri. Daripada nantinya pasukan Zinedine Zidane itu nantinya malah angkat koper lebih dini.

Artikel Asli