Rizieq Shihab Bahas Gus Muwafiq dan Potensi Pemurtadan Massal

CNN Indonesia Dipublikasikan 12.15, 10/12/2019 • CNN Indonesia

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab menyampaikan pandangannya tentang viral video penceramah asal Yogyakarta, Ahmad Muwafiq alias Gus Muwafiq. Ceramah Muwafiq sebelumnya menuai kontroversi karena dinilai menghina kondisi nabi semasa kecil.

Meski tak spesifik menyebut nama Muwafiq, Rizieq menyebut ceramah dengan menghadirkan guyonan tentang nabi dapat memicu perbedaan pemahaman di kalangan masyarakat.

"Masa cerita tentang, nabi, rasul, dijadikan guyonan. Akibatnya seperti ini. Mungkin yang bersangkutan tidak bermaksud menghina, berpura-pura, ingin orang ketawa. Tapi bikin bahaya," ujarnya dalam petikan video wawancara yang diunggah Front TV, yang diakses CNNIndonesia.com, Selasa (10/12).

Rizieq juga menjelaskan, ceramah yang dijadikan guyonan juga dapat mengakibatkan efek domino yang berbahaya. Sebab, katanya, bukan hanya penceramah yang bisa berdosa, tapi juga semua yang melihat ceramah dan ikut tertawa akan ikut berdosa.

Selain itu, Rizieq juga menyayangkan sebagian kelompok yang malah menyerang balik tuntutan masyarakat agar penceramah asal Yogyakarta itu menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada publik. Menurut Rizieq, sikap itu justru dapat memperkeruh suasana dan perselisihan di kalangan umat Islam.

Sebaliknya, Rizieq menyarankan, mereka yang mengaku sebagai pengikut Muwafiq mestinya bisa mendorong kiai NU itu untuk menyampaikan permintaan maaf terbuka.

"Bukan menyerang si kiai, tapi yuk bersama-sama memperbaiki si kiai. Yuk kita dorong agar si kyai ini bisa minta maaf secara terbuka," lanjutnya.

Menurut Rizieq, sikap pengikut Muwafiq yang menyerang balik sebagaian umat Islam yang menuntut agar Muwafiq meminta maaf terbuka, justru dapat memicu kembali perselisihan di kalangan masyarakat. Alih-alih meredam perselisihan, menurut Rizieq hal itu malah menunjukkan ketidakseriusan dari permintaan maaf Muwafiq.

Beberapa waktu lalu pernyataan Muwafiq dalam ceramahnya yang menyebut Nabi Muhammad memiliki sifat 'merembes' alias dekil atau kotor, menuai kontroversi di kalangan umat Islam. Meski telah menyampaikan maaf secara terbuka, salah satu pihak melaporkan Muwafiq ke Bareskrim Polri.

Dalam laporan itu, pelapor yang diketahui merupakan Anggota DPP FPI, Amir Hasanudin mendatangi Bareskrim Polri pada, Selasa (3/11). Amir didampingi kuasa hukumnya, Aziz Yanuar dengan membawa sejumlah barang bukti, seperti link video, serta pernyataan Muwafiq yang dinilai sebagai bentuk penistaan agama.

Artikel Asli