Rizal Ramli Sindir Ganjar: Ekonomi Jateng Minus, Gubernurnya Sibuk Main TikTok

kumparan Dipublikasikan 13.41, 14/08/2020 • kumparanBISNIS
Pakar Ekonomi Rizal Ramli saat diskusi bertajuk “Indonesia Perlu Pemimpin Optimis yang Bawa Perubahan” di Forum Tebet, Jakarta, Senin (25/2). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Rizal Ramli menyindir Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang sibuk main aplikasi Tiktok. Padahal, ekonomi di daerah yang dipimpin politikus PDIP itu anjlok.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, ekonomi Provinsi Jawa Tengah minus 5,94 persen pada kuartal II 2020. Sedangkan, pertumbuhan ekonomi nasional minus 5,32 persen.

"Di sisi lain, ada Gubenur Ganjar yang sangat populer main di Tiktok, cengengesan, nari-nari, sangat populer. Kok bisa Gubenur yang populer, prestasinya payah? Ada apa?" kata Rizal dalam acara Ngobrol Perkembangan Indonesia Bareng Rizal Ramli, secara virtual, Jumat (14/8).

Rizal Ramli mengatakan, seharusnya saat ini pejabat daerah Jawa Tengah lebih agresif menarik investasi di daerahnya karena banyak industri di China yang memutuskan relokasi ke negara lain di Asia Tenggara.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo terima pengurus Konfederasi Serikat Buruh Indonesia (KSBI) di kantornya. Foto: Dok. Humas Pemprov Jateng.

Jawa Tengah sangat berpotensi menjadi kawasan industri terutama di sekitar Pantai Utara, sebab biaya hidup di sana masih murah. Beda dengan di Jawa Barat, apalagi di Jabodetabek.

"Gara-gara COVID-19 ini, banyak industri keluar dari China. Sebenarnya Indonesia bisa, ini kesempatan Jateng. Harusnya agresif. Sebab maaf, kesejahteraan masyarakat Jateng relatif rendah. Tapi Pak Gubernur terlalu sibuk main Tiktok. Dia pikir kalau populer bisa menyelesaikan masalah?" sindir Rizal lagi.

Sebenarnya, kata Rizal, tidak ada yang salah dengan pejabat yang main Tiktok. Pencitraan juga penting dalam memimpin sebuah negara atau wilayah, tapi itu saja tidak cukup.

Menurut dia, seorang pemimpin, katanya, harus ada modal visi mau dibawa ke mana wilayah yang dipimpinnya. Lalu harus ada karakter yang amanah. Yang terakhir,track record, apa prestasinya angkat ekonomi rakyat.

"Nah masalah sekarang pemimpin modalnya pencitraan, masuk gorong-gorong, pencitraan main tiktok. Memang masyarakat senang, happy, tapi hidupnya makin susah," kata Rizal.

Artikel Asli