Rizal Ramli: Kasih Saya Satu Tahun, Beres Ini Krisis Ekonomi

kumparan Dipublikasikan 12.41, 14/08 • kumparanBISNIS
Pakar Ekonomi Rizal Ramli. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Rizal Ramli menilai langkah pemerintah dalam mengatasi dampak pandemi virus corona belum konkret. Dia menilai stimulus yang digelontorkan belum sampai ke masyarakat terbawah.

Kata dia, Indonesia sudah krisis, jauh sebelum ada wabah corona. Begitu ada wabah ini, kondisinya makin anjlok hingga minus 5,32 persen pada kuartal II 2020. Dengan percaya diri, dia mengatakan jika dirinya diminta mengurusi masalah ini, dalam satu tahun Indonesia bisa keluar dari krisis.

"Jadi banyak cara untuk selesaikan masalah dan ada jalannya kok. Kalau saya sih sederhana, kasih Rizal Ramli pimpin satu tahun, beres nih krisis," dalam acara Ngobrol Perkembangan Indonesia Bareng Rizal Ramli, secara virtual, Jumat (14/8).

Rizal Ramli saat berorasi politik. Foto: Puti Cinintya Arie Safitri/kumparan

Dari sisi kesehatan pun sama. Menurut dia, angka positif corona dan jumlah kematian yang bertambah setiap harinya bukti dari penanganan pemerintah belum serius.

Ia pun menyentil Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang memakai kalung anticorona. Dia menyebut kalung tersebut abal-abal.

"Untuk selesaikan masalah kesehatan harus pake sains bukan voodoo medicine atau ilmu dukun. Mau sembuh dari corona atau biar enggak kena corona pakai kalung abal-abal eucalyptus. Bukan begitu caranya," sindirnya.

Rizal mengatakan, jika diberi tugas menyelesaikan masalah krisis ini, ekonomi nasional dalam satu tahun ke depan akan positif. Menurutnya, pengalaman dirinya sebagai menteri di masa lalu yang bisa menaikkan ekonomi nasional dari minus ke negatif bisa menjadi modalnya.

"Kita bisa kok balikin ekonomi satu tahun naik lagi ke atas. Saya udah buktikan dulu," tutur Rizal.

Sedangkan langkah pemerintah saat ini yang terus menaikkan jumlah stimulus corona ratusan triliun lebih banyak untuk pengusaha yang meminta dibantu. Padahal seharusnya lebih banyak diberikan uang tunai ke rakyat.

"Jadi kelihatan amatir banget, ini udah 6 bulan tapi belum banyak yang bantu ekonomi rakyat. Anehnya stimulusnya terus naik dari Rp 600 triliun, terus Rp 700 triliun. Masa tiap minggu naik? Ini magic atau bagaimana? Artinya yang ngomong ngasal. Mereka ngomong karena dilobi pengusaha gede," ujarnya.

Artikel Asli