Risma Tegaskan Tak Ada Mahasiswa asal Papua Diusir di Surabaya

Merdeka.com Dipublikasikan 10.05, 19/08/2019
Megawati Lantik Risma. ©2019 Liputan6.com/JohanTallo
Megawati Lantik Risma. ©2019 Liputan6.com/JohanTallo

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini atau akrab disapa Riska membantah jika ada masyarakat atau mahasiswa asal Papua, yang diusir dari kotanya. Bahkan, Risma mengatakan, ada sejumlah pejabat di Pemkot Surabaya berasal dari Papua.

"Kalau ada anak Papua diusir di Surabaya itu tidak betul. Kabag Humas saya dari Papua. Dan beberapa Camat dan pejabat saya juga dari Papua. Saya juga diangkat warga Papua jadi mama Papua. Jadi tidak ada kejadian apa pun di Surabaya," kata Risma di kantor DPP PDIP, Jakarta, Senin (19/8).

Dia menuturkan, kejadian itu bermula karena ada kabar penurunan merah putih di asrama. "Jadi kemudian ada organisasi masyarakat yang meminta Kepolisian untuk melakukan tindakan itu," jelas Risma.

Risma meminta untuk terus menjaga keharmonisan. Dirinya pun meminta maaf jika memang ada pihak Pemprov Surabaya melakukan kesalahan-kesalahan.

"Kalau memang itu ada kesalahan di kami, di Surabaya, saya mohon maaf. Tapi tidak benar kalau kami dengan sengaja mengusir, itu tidak ada. Bagi saya, dan seluruh pejabat pemerintah kota, saya pikir seluruh forum kepemimpinan di Surabaya, bahwa kita tetap dalam satu kesatuan negara Indonesia," pungkasnya.

Reporter: Putu Merta Surya Putra

Sumber: Liputan6.com

Artikel Asli