Rindu pada Ibu, Anak Bongkar Kuburan, Jenazahnya Dibawa ke Rumah

Kompas.com Dipublikasikan 12.27, 14/10/2019 • Kontributor Probolinggo, Ahmad Faisol
Ilustrasi jenazah.

PROBOLINGGO, KOMPAS.com - Karena rindu kepada ibunya yang meninggal dunia, Nasir membongkar kuburan.
Warga Desa Kedungsumur, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo akhirnya geger.
Menurut Amin, warga setempat, penggalian makam  almarhumah Sumarto (70) oleh Nasir, anaknya, dilakukan setelah Sumarto meninggal dunia 40 hari lalu.

Baca juga: Kasus Istri Bunuh Suami dengan Kapak, Polisi Bongkar Kuburan Korban
Tindakan itu dilakukan oleh Nasir, warga Desa Batur, Kecamatan Gading pada pekan lalu. Lokasi kuburan berada di Desa Kedungsumur, Pakuniran.
"Nasir membongkar makam ibunya seorang diri, saat kematian ibunya menginjak 40 hari. Setelah itu, Nasir mengangkat jenazah ibunya dan dibawa pulang ke rumahnya. Agar tidak diketahui orang, Nasir memasukkan jenazah sang ibu ke dalam karung dan kemudian menggotongnya," katanya, Senin (14/10/2019).
Jenazah sang ibu sempat diinapkan di rumah Nasir. Tetapi Sul, kerabatnya, mengetahui kejadian itu. Sul kemudian membujuk Nasir agar mau mengembalikan jenazah Sumarto.

Nasir yang mengalami gangguan jiwa, akhirnya bersedia. Pada Minggu (13/10/2019) siang, Nasir mengembalikan jenazah ibunya ke liang kubur.
Baca juga: Ziarah ke Makam Gubernur Suryo, Khofifah Menitikkan Air Mata
Amin menambahkan, saat pembongkaran pada Jumat itu tak ada warga yang mengetahuinya.

Sebab, posisi makam itu berada di tengah hutan. Jarang sekali warga yang ke sana.
Kapolsek Pakuniran Iptu Habi Sutoko mengatakan, pelaku yang membongkar makam ibunya itu, tengah mengalami gangguan jiwa berat.

Pelaku Nasir itu merupakan anak ke-3 dari 4 bersaudara.
Alasan dibongkarnya makam itu, menurut Kapolsek, lantaran pelaku merindukan keberadaan ibunya sendiri.

Sehingga, pelaku memutuskan untuk membongkar makam dan membawa jenazah itu ke rumahnya.
Habi menambahkan, sempat beredar video viral saat jenazah dimakamkan lagi setelah dibawa Nasir pulang.

Penulis: Kontributor Probolinggo, Ahmad FaisolEditor: Khairina

Artikel Asli