Ridwan Kamil Wacanakan Bandara Kertajati Ganti Jadi Bandara BJ Habibie

kumparan Dipublikasikan 04.22, 19/09/2019 • Angga Sukmawijaya
Mantan presiden Indonesia dan presiden BJ Habibie datang ketika dia tiba untuk menghadiri upacara untuk secara resmi membuka kedutaan besar Australia yang baru di Jakarta, Indonesia 21 Maret 2016. Foto: REUTERS / Garry Lotulung

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mewacanakan Bandara Internasional Kertajati di Kabupaten Majalengka, berganti nama menjadi Bandara Internasional BJ Habibie.

Wacana tersebut dilontarkan arsitek yang biasa disapa Kang Emil tersebut melalui akun instagramnya @ridwankamil. Kang Emil meminta pendapat kepada para netizen.

"Apakah netizen setuju khususnya yang warga Jawa Barat setuju jika Bandara Internasional Kertajati didedikasikan menjadi Bandara Internasional BJ Habibie?" kata Kang Emil di akun instagramnya.

Beragam tanggapan pun langsung muncul. Saat berita ini ditulis, ada 162.528 netizen yang menyukai postingan Kang Emil. Sementara yang berkomentar sudah 16.841.

Dari komentar netizen di instagram Ridwan Kamil, hampir seluruhnya setuju dengan wacana mengganti Bandara Internasional Kertajati menjadi Bandara Internasional BJ Habibie.

BJ Habibie, Presiden ke-3 Indonesia meninggal di usia 83 tahun, Rabu (11/9). Ia meninggal setelah sempat dirawat selama sepekan di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.

Mengenang BJ Habibie tak bisa terlepas dari dunia industri penerbangan dan kedirgantaraan. Dia mendirikan PT Industri Pesawat Terbang Nurtanio yang kemudian berubah menjadi PT Dirgantara Indonesia.

Suasana di kawasan Bandara Kertajati. Foto: Putri Sarah Arifira & Helmi Afandi Abdullah/kumparan

Dia merancang pesawat N 250. Pada saat Indonesian Air Show 1996, pesawat itu menjadi primadona. Kini, prototype pesawat itu masih tersimpan di hanggar PT DI.

Di dunia aeronautika, BJ Habibie juga dikenal dengan nama Mr Crack. Nama tersebut diambil dari teori 'Crack Progression' yang ditemukan oleh Habibie.

Dalam teori ini, Habibie menunjukkan cara untuk memprediksi titik awal retakan pada sayap pesawat terbang secara detail dan presisi hingga tahapan atom. Teori ini menjadi salah satu teori penting di dunia penerbangan.

Artikel Asli