Ricuh, Ribuan Warga Lebanon Demo Penguasa terkait Ledakan Dahsyat Beirut

iNews.id Dipublikasikan 15.34, 08/08 • Ahmad Islamy Jamil
Demonstrasi di Kota Beirut, Lebanon, berlangsung ricuh, Sabtu (8/8/2020). (Foto: AFP)
Demonstrasi di Kota Beirut, Lebanon, berlangsung ricuh, Sabtu (8/8/2020). (Foto: AFP)

BEIRUT, iNews.id – Ribuan pengunjuk rasa berkumpul di pusat Kota Beirut pada Sabtu (8/8/2020). Massa demonstran itu melampiaskan amarah mereka kepada elite politik yang mereka salahkan atas ledakan dahsyat dan mematikan di ibu kota Lebanon itu, Selasa (4/8/2020).

Kerumunan besar pengunjuk rasa semakin menunjukkan kemarahan mereka kepada pasukan keamanan—yang dikerahkan dalam jumlah besar—berusaha menahan beberapa kelompok yang berusaha merangsek masuk ke Parlemen Lebanon, koresponden AFP melaporkan.

Kelompok lain demonstran melemparkan batu dan ranting kayu ke arah petugas di pinggiran lokasi utama unjuk rasa. Merespons serangan itu, polisi pun menembaki mereka dengan gas air mata.

Di antara tagar paling berpengaruh yang digunakan di media sosial untuk menggalang pengunjuk rasa adalah #HangThem (#GantungMereka). Para demonstran di Beirut pun telah memasang tiang gantungan di lapangan utama pada Jumat (7/8/2020) kemarin.

Tiang gantungan itu sebagai simbol tuntutan agar para pejabat yang dinilai bertanggung jawab dalam ledakan Beirut beberapa hari lalu segera diadili dan dihukum.

Kementerian kesehatan menyatakan, sedikitnya 158 orang tewas akibat ledakan Beirut pada Selasa (4/8/2020). Selain itu, diperkirakan 6.000 orang terluka dan sedikitnya 21 orang hilang dalam bencana besar itu.

Dampak ledakan dahsyat di Kota Beirut, Lebanon, Selasa (4/8/2020). (Foto: AFP)
Artikel Asli