Ribery Dirampok, Ultras Fiorentina Malah Bikin Pernyataan Begini

Bisnis.com Dipublikasikan 15.41, 07/07/2020 • M. Syahran W. Lubis
Pemain Fiorentina Franck Ribery/SB Nation
Rumah pemain Fiorentina Franck Ribery dirampok dan itu membuatnya ingin pergi dari Florence. Ini reaksi fan garis keras klub kontestan Serie A Italia tersebut.

Bisnis.com, JAKARTA – Ultras klub Serie A Fiorentina merilis pernyataan yang mengingatkan Franck Ribery agar 'menjaga mulut' setelah dia menyatakan akan meninggalkan Florence setelah rumahnya dirampok.

"Ini bukan Medellin [kota di Kolombia yang tetkenal karena bandar narkoba], kau tahu …," demikian pernyataan suporter garis keras klub berjuluk La Viola atau Si Ungu tersebut sebagaimana dilansir Football Italia pada Selasa (7/7/2020).

Mantan pemain Timnas Prancis itu terguncang setelah kembali ke rumah pada Minggu (5/7/2020) malam WIB setelah membela Fiorentina meraih kemenangan 2–1 atas tuan Parma dan mendapati rumahnya telah dibongkar.

Ribery kemudian menulis pesan di Instagram, menyiratkan dia bisa pindah dari Fiorentina. “Alhamdulillah istri dan anak-anak saya aman di Munchen pketika dia berseragam Bayern Munchen], tetapi bagaimana kita dapat memercayai [lingkungan kita di Florence] hari ini?”

"Apakah kita merasa baik di sini hari ini setelah apa yang terjadi? Saya tidak perlu mengejar jutaan, kami memiliki semua yang kami butuhkan, alhamdulillah, saya hanya selalu mengejar bola karena itu adalah hasrat saya.”

"Gairah atau tidak, bagaimanapun, keluarga yang saya utamakan dan kami akan membuat keputusan yang diperlukan untuk kesejahteraan kami."

Sekarang sekelompok ultras Fiorentina telah menulis tanggapan di koran Il Giornale, tetapi jauh dari meyakinkan pemain itu agar bertahan dan juga bukannya meminta maaf.

"Dear Franck, kami mengerti keterkejutanmu, tapi haga mulutmu sebelum membicarakan Florence seperti itu. Itu bukan Medellin, Anda tahu …”

“Orang-orang kaya dirampok di mana-mana, tetapi mereka cukup beruntung untuk dapat membeli sistem alarm rumah dan keamanan pribadi. Sebagai gantinya, kami orang-orang miskin, juga dirampok, tetapi kami menerimanya dengan diam.”

Artikel Asli