Reza Diketahui tak Makan Nasi saat Daki Gunung Sibayak, cuma Minum Kopi

Merdeka.com Dipublikasikan 00.35, 23/09/2019
Pendaki asal Deli Serdang Meninggal di Gunung Sibayak. ©2019 Foto: Kantor SAR Medan
“Faktor lain dugaan kita mungkin meninggal karena kedinginan di atas puncak Gunung Sibayak, yang kalau malam hari suhu di atas bisa mencapai 15 celsius,” ujar Natanail.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo, Sumatera Utara, Natanail Perangin-angin menduga pendaki, Reza Fauzi (28), meninggal karena mengalami sakit asam lambung saat berada di puncak Gunung Sibayak, Minggu (22/9/2019).

"Teman-teman korban juga menyebutkan memang Reza sudah lama mengeluhkan sakit asam lambung," kata Natanail saat dihubungi dari Medan, Minggu malam.

Bahkan, menurut dia, informasi yang diterima bahwa korban sewaktu mendaki Gunung Sibayak tidak makan nasi, melainkan hanya minum kopi saja.

"Faktor lain dugaan kita mungkin meninggal karena kedinginan di atas puncak Gunung Sibayak, yang kalau malam hari suhu di atas bisa mencapai 15 celsius," ujar Natanail.

Seorang pendaki meninggal saat berada di puncak Gunung Sibayak, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Minggu (22/9/2019). Korban bernama Reza (28), warga Jalan Sei Mencirim, Kabupaten Deliserdang.

Berdasarkan keterangan Humas Kantor SAR Medan Sariman S Sitorus, sebelum meninggal korban sempat kejang-kejang di puncak Gunung Sibayak, sekitar pukul 07.00 WIB.

Mendapat laporan itu, tim Kantor SAR Medan mengirimkan anggota untuk melakukan proses evakuasi. Di lokasi, tim SAR gabungan yang terdiri atas berbagai unsur termasuk Polri, pihak kehutanan, dan masyarakat segera mengevakuasi korban.

Selanjutnya korban dibawa ke Rumah Sakit Umum (RSU) Amanda di Berastagi sekitar pukul 13.00 WIB.

"Sesampainya di rumah sakit, dokter langsung memeriksa keadaan korban dan dokter menyatakan korban telah meninggal dunia. Selanjutnya jenazah korban diserahkan kepada keluarga," katanya.

Artikel Asli