Respons Garuda Indonesia soal Maaf Mumtaz Rais: Jadi Pembelajaran

kumparan Dipublikasikan 10.17, 15/08 • kumparanNEWS
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Putra Amien Rais, Ahmad Mumtaz Rais, meminta maaf atas insiden cekcok antara pramugari dan Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango di pesawat Garuda Indonesia GA 643 rute Gorontalo-Makassar-Jakarta pada Rabu (12/8).

Mumtaz secara pribadi meminta maaf kepada Garuda Indonesia dan Nawawi Pomolango. Dia mengaku khilaf atas perbuatannya. Menurut dia, apa yang dilakukannya itu tak sepantasnya terjadi.
Garuda Indonesia memberi respons atas permintaan maaf itu. Garuda Indonesia mengapresiasi Mumtaz Rais.

"Menanggapi permintaan maaf dari salah satu penumpang --yang beredar di media masa-- pada penerbangan GA 643 rute Gorontalo - Makassar - Jakarta yang tidak mengindahkan teguran awak kabin ketika menggunakan handphone di pesawat pada saat pesawat boarding dan melakukan refueling (pengisian bahan bakar), dapat kami sampaikan bahwa pada prinsipnya kami menyambut baik permintaan maaf yang disampaikan secara terbuka tersebut," kata Irfan dalam keterangan tertulisnya yang diterima kumparan, Sabtu (15/8).

Irfan berharap insiden itu menjadi pembelajaran ke depannya. Khususnya pentingnya aspek keselamatan selama di dalam pesawat tanpa memandang status sosial.

"Ke depannya tentunya kami harapkan hal ini dapat menjadi pembelajaran bersama bagi seluruh pihak untuk terus membangun kesadaran atas pentingnya penerapan aturan keselamatan penerbangan, yang menjadi tanggung jawab bersama tanpa memandang status sosial, pangkat maupun jabatan," tulis Irfan.

Lebih lanjut Irfan juga megatakan penegakan aturan keselamatan penerbangan merupakan hal yang mandatory dan tidak dapat ditawar di Garuda Indonesia.

"Untuk itu, kami memiliki kewajiban untuk mengingatkan dan melakukan tindakan yang diperlukan kepada penumpang yang tidak menjalankan aturan keselamatan penerbangan," ujar dia.

"Kami juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para penumpang yang bukan saja menjalankan aturan keselamatan penerbangan, tetapi juga secara proaktif membantu dan mendukung Garuda Indonesia sehingga terciptanya perjalanan yang aman dan nyaman bersama Garuda Indonesia" lanjut Irfan.

Pesawat Garuda Indonesia di landasan Terminal 3, Bandara Internasional Soekarno-Hatta Foto: REUTERS / Darren Whiteside
Artikel Asli