Respons Firli Bahuri Sikapi Sejumlah Pihak Tolak Dirinya Jadi Pimpinan KPK

Tribunnews.com Dipublikasikan 11.40, 15/09/2019
Irjen Pol Firli Bahuri | Sripoku.com

TRIBUNNEWS.COM, MARTAPURA - Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Firli Bahuri yang terpilih sebagai ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku belum tahu kapan dirinya akan dilantik.

Menyikapi adanya penolakan terhadap dirinya menjadi pimpinan KPK, Firli Bahuri meresponsnya secara bijak.

Firli mengatakan selama ini dirinya mengikuti proses seleksi dan melaksanakan semua prosedur hingga akhirnya terpilih menjadi Ketua KPK.

Dirinya mengaku tidak meminta bantuan kepada siapa pun dalam melewati proses seleksi tersebut kecuali kepada Allah SWT.

"Yakinlah kemuliaan itu milik Allah dan dia akan melimpahkan kemuliaan kepada hamba-nya yang dia kehendaki. Selain itu Allah jualah yang memiliki kuasa untuk menghinakan hambanya. Ini tertulis dalam Alquran jadi jangan takut. Berbuat baiklah dan jangan mendendam," kata Firli ketika melakukan kunjungan kerja ke Mapolres OKU Timur, Minggu (15/9/2019).

Jenderal bintang dua mengaku dirinya berasal dari pedesaan.

Ketika kecil, dirinya merasakan bagaimana bersekolah tanpa mengenakan sepatu.

Bahkan dalam satu hari baju yang digunakan hanya sehelai untuk seluruh keperluan mulai dari berkebun, mencari durian, serta beraktivitas lainnya.

Namun, dengan tempaan dan wejangan-wejangan dari orangtuanya Firli bisa mencapai karier gemilang hingga menjadi Kapolda dan terpilih dalam seleksi pimpinan KPK.

"Orangtua saya orang sakti. Ditembak tidak meledak, disayat tidak terluka, ditusuk tidak mempan. Dahulu pernah saya meminta ilmu yang dimilikinya. Namun dengan tegas bapak saya menolak dan tidak mau memberikannya," katanya.

Alih-alih menerima warisan ilmu sakti mandraguna, Firli justru dinasehati bahwa ilmu kanuragan seperti yang dimiliki orangtuanya tidak akan bisa menyelamatkan dan meningkatkan kariernya.

Justru orangtuanya berpesan pada masa mendatang yang dibutuhkan bukan ilmu kanuragan melainkan keikhlasan dan kesabaran serta tidak mendendam.

"Karena pesannya itulah yang akan menyelamatkan hidup dan bukan ilmu kebal tidak mempan," ucap Firli mengenang nasehat orangtuanya.

Menurut Firli dalam meniti karier dirinya melewati jalan yang cukup terjal dengan berbagai rintangan.

Namun, karena keyakinan dan berserah diri kepada Allah, dirinya akhirnya bisa menjadi seperti saat ini.

Dirinya juga meyakini apa yang dibebankan kepada seorang hamba tidak akan melebihi kemampuan hambanya.

Justru kata dia, seorang hamba akan memperoleh kemuliaan ketika berhasil melaksanakan beban berat yang telah Allah berikan tersebut.

"Saya pesankan kepada seluruh jajaran untuk tidak mencari kesempurnaan karena ketika kita mencari yang sempurna maka tidak akan pernah ditemukan. Kita bisa menemukan kesempurnaan ketika kita memiliki kemampuan menempatkan diri dan hati untuk menerima orang lain. Di situlah ada kesempurnaan," katanya.

Dikatakan Firli, sabar, syukur, dan ikhlas akan mengangkat karier dan menyelamatkan seseorang.

Dirinya juga yakin semua yang dialaminya sudah menjadi takdir dari Yang Maha Kuasa.

Dengan panjang lebar Firli juga berpesan agar tidak takut dan khawatir selagi kewajiban dilaksanakan disertai dengan usaha dan doa.

Seperti dirinya yang sudah berusaha dan berdoa hingga berhasil menjadi pimpinan KPK meskipun hingga saat ini belum diketahui kapan akan dilantik.

"Pandai-pandailah bersyukur karena Allah akan menambahnya dan jangan kufur nikmat," katanya.

5 pimpinan KPK terpilih

Rangkaian uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) 10 calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah rampung, pada Kamis (12/9/2019) malam.

Usai uji kelayakan dan kepatutan, Komisi III menskors rapat selama 20 menit.

Rapat kemudian dilanjutkan pada pukul 23.50 Wib dengan diawali pembacaan daftar kehadiran anggota Komisi III.

Penentuan calon pimpinan KPK terpilih ditentukan melalui voting oleh 56 anggota Komisi III yang hadir.

Anggota Komisi III DPR memotret hasil perolehan masing-masing calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat pemilihan Capim KPK oleh Komisi III DPR melalui mekanisme voting di Ruang Rapat Komisi III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (13/9/2019) dini hari. Melalui mekanisme voting dengan jumlah suara sah sejumlah 56 terpilih 5 capim KPK yaitu Firli Bahuri, Alexander Marwata, Nurul Ghufron, Nawawi Pomolango, dan Lili Pintauli Siregar. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Masing-masing anggota Komisi III akan memilih 5 dari 10 calon pimpinan.

Adapun 5 capim yang terpilih menjadi komisioner KPK yakni:

1. Alexander Marwata – (Komisioner KPK) 53 suara

2. Firli Bahuri – (Anggota Polri) 56 suara

3. Lili Pintauli Siregar – (Advokat) 44 suara
4. Nawawi Pomolango – (Hakim) 50 suara
5. Nurul Ghufron – (Dosen‎) 51 suara

"Jadi berdasarkan hasil voting bisa disepakati ya," ujar Ketua Komisi III Aziz Syamsuddin.

Adapun hasil seluruh voting Capim KPK yakni:

1. Alexander Marwata – (Komisioner KPK) 53 suara

2. Firli Bahuri – (Anggota Polri) 56

3. I Nyoman Wara – (Auditor BPK) 0 
4. Johanis Tanak – (Jaksa) 0
5. Lili Pintauli Siregar – (Advokat) 44 suara
6. Luthfi Jayadi Kurniawan – (Dosen) 7
7. Nawawi Pomolango – (Hakim) 50
8. Nurul Ghufron – (Dosen‎) 51
9. Roby Arya – (PNS Sekretaris Kabinet) 0
10. Sigit Danang Joyo – (PNS) 19

Irjen Firli terpilih jadi Ketua KPK

Setelah memilih 5 Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), anggota Komisi III lalu memilih Ketua KPK.

Pemilihan Ketua dilakukan berdasarkan Musyawarah Kapoksi (Ketua Kelompok Fraksi) terhadap 5 Capim KPK terpilih.

Adapun calon pimpinan KPK terpilih yakni, Alexander Marwata, Firli Bahuri, Lili Pintouli Siregar, Nurul Ghufron, dan Nawawi Pamolango.

10 Kapoksi Fraksi di Komisi III sepakat memilih Kapolda Sumatera Selatan Irjen Firli Bahuri sebagai Ketua KPK.

"Dalam rapat pleno komisi III, pemilihan capim KPK periode 2019 -2023, berdasarkan diskusi dari seluruh fraksi yang hadir, dan seluruh fraksi-fraksi menyepakati, untuk menjabat komisoner KPK, masa bakti 2019-2023, pertama sebagai Ketua, Irjen Firli Bahuri, bisa disepakati?" tanya Ketua Komisi III Aziz Syamsuddin, Jumat, (13/9/2019).

Calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menjalani uji kepatutan dan kelayakan di ruang rapat Komisi III DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/9/2019). Uji kelayakan dan kepatutan Capim KPK akan berlangsung selama dua hari yaitu pada 11-12 September 2019. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

"Sepakat," jawab anggota Komisi III.

Setelah menetapkan ketua KPK, Komisi III juga menyepakati 4 komisioner sebagai Wakil Ketua. Mereka yakni Nawawi Pomolango, Lili Pintouli Siregar, Nurul Ghufron, dan Alexander Marwata.

Calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menjalani uji kepatutan dan kelayakan di ruang rapat Komisi III DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/9/2019). Uji kelayakan dan kepatutan Capim KPK akan berlangsung selama dua hari yaitu pada 11-12 September 2019. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

"Atas nama pimpinan dan seluruh anggota komisi III, kami mengucapkan terimakasih kepada rekan-rekan semua, kepada yang memberikan masukan baik yang pro maupun kontra. Kami menaruh harapan pada 5 pimpinan agar dapat menjalankan tugas, sesuai undang-undang dengan catatan komitmen yang telah ditandatangani," pungkas Aziz.

Artikel Asli