Resmi Ditahan, Jerinx Jalani Rapid Test

Liputan6.com Diupdate 14.37, 12/08 • Dipublikasikan 14.37, 12/08 • Dewi Divianta
Jerinx Ditahan
Jerinx Ditahan (Dewi Divianta/Liputan6.com)

Liputan6.com, Denpasar Drummer band Superman Is Dead (SID) I Gede Ari Astina atau Jerinx kembali diperiksa oleh Penyidik Direktorat Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Bali, Rabu, (13/8/2020). Jerinx diperiksa oleh penyidik atas laporan  Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bali. Jerinx diduga melanggar Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45A ayat (2) dan/atau Pasal 27 ayat (3) Jo Pasal 45 ayat (3) Undang-Undang Informasi Dan Transasksi Elektronik (ITE) dan/atau Pasal 310 KUHP dan/atau Pasal 311 KUHP.

Kuasa hukum Jerinx I Wayan “Gendo” Suardana mengatakan usai menjalani pemeriksaan dan ditetapkan sebagai tersangka kliennya harus memenuhi syarat administrasi.

“Sebelum ditahan Jerinx diwajibkan menjalani pemeriksaan rapid test di rumah sakit Bhayangkara, Denpasar. Hasilnya non reaktif. Jerinx lalu diantar ke rutan Mapolda Bali untuk dilakukan penahanan,” kata Gendo kepada diterima Liputan6.com, Rabu (13/8/2020).

Gendo menyampaikan bahwa kliennya dalam kondisi baik walaupun sudah menandatangani surat perintah penahanan. Gendo menyampaikan Pasal yang digunakan sebagai dasar penahanan Kliennya adalah pasal 28 ayat (2) jo pasal 45A ayat (2) UU ITE. Pada pokoknya menyatakan dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individudan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan (SARA).

“Entah apa yang dimaksud dengan kebencian SARA dalam kasus ini, biar publik lah yg menilai”. Ujar gendo

“Setahu saya Ikatan Dokter Indonesia (IDI) adalah lembaga publik atau organisasi profesi bukan golongan dalam terminologi Suku, Agama, Ras dan Antar golongan”. katanya.

Menurut Gendo yang disampaikan kliennya dalam unggahan di sosial media milik kliennya tersebut adalah expresinya dalam menyampaikan pendapat. “Ketika gaya bahasa Jerinx dituduh kasar dan mencemarkan nama baik, semoga setelah Jerinx masuk sel, akan muncul orang sopan, orang santun yang mau menyuarakan suara rakyat kecil di tengah pandemi ini”, ucap dia.

Sementara itu, Jerinx Sebelum masuk ke sel tahanan menyampaikan bahwa dirinya siap menjalani proses hukum yang berlaku. Ia mengaku tidak gentar sedikit pun karena selama ini dia memperjuangkan nyawa rakyat yang menjadi korban karena kebijakan kewajiban Rapid Test sebagai syarat administrasi. “Kritik saya ini untuk ibu-ibu yang menjadi korban akibat dari kebijakan kewajiban Rapid Test”, kata dia.

“saya berdoa, semoga tidak ada lagi ibu-ibu yang menjadi korban akibat kewajiban Rapid Test”, ujarnya

Artikel Asli