Resesi Singapura berujung gelombang PHK, karyawan: keputusan PHK itu tiba-tiba

Kontan.co.id Dipublikasikan 23.40, 15/07 • Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Lonceng resesi berdentang keras di Singapura. Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura (MTI) mengumumkan, pertumbuhan ekonomi negeri jiran itu mengalami kontraksi sebesar 41,2% di kuartal II-2020. Pencapaian tersebut anjlok untuk kedua kalinya setelah di kuartal I-2020 juga kontraksi 3,3%. 

Efeknya terasa di beberapa sektor, seperti pariwisata. Mengutip Channel News Asia Rabu (15/7), Resorts World Sentosa (RWS), salah satu perusahaan swasta terbesar di Singapura, mengatakan telah mereka merumahkan staf sebagai bagian dari langkah-langkah pemotongan biaya setelah pandemi corona.

Ketika dihubungi Channel News Asia, resor milik Genting Singapura, menolak menyebutkan jumlah karyawan yang terpengaruh. Tapi hingga akhir tahun lalu, RWS memiliki lebih dari 7.000 karyawan tetap.

RWS mengaku telah melakukan peninjauan biaya. Seperti menghapuskan pengeluaran yang tidak esensial hingga memotong gaji manajemen hingga 30%. Tapi pada akhirnya tetapi harus membuat keputusan sulit, memecat karyawan. "Pandemi COVID-19 global telah membawa masa ekonomi. Menghasilkan dampak yang menghancurkan pada industri pariwisata. Keputusan ini setelah proses pertimbangan dan konsultasi yang seksama," kata RWS.

RWS mengaku sudah menyiapkan solusi untu karyawan.

Resor yang juga salah satu tempat wisata terkenal di Singapura, meliputi hotel, kasino, dan taman hiburan Universal Studios. Tahun lalu, RWS sempat mengumumkan akan menginvestasikan sekitar S$ 4,5 miliar untuk memperluas tempat wisata.

Namun rencana itu belum terwujud lantaran terjadi pandemi COVID-19.  "Kami sepenuhnya memahami kesulitan dan kegelisahan yang berarti dapat mempengaruhi anggota tim dan keluarga mereka. RWS memandang dalam jangka panjang kebutuhan tenaga kerja kami,” terang RWS dalam pernyataan tertulis

Karyawan yang terkena PHK akan dibantu untuk mendapatkan pekerjaan baru. RWS telah bekerja sama dengan Attractions, Resorts and Entertainment Union (AREU), Employment and Employability Institute (e2i), Public Service Division, Workforce Singapore dan SkillsFuture Singapore.

Tapi keputusan PHK itu mengagetkan karyawan

Dua karyawan yang terkena PHK mengatakan kepada Channel News Asia,  keputusan perusahaan itu tiba-tiba. Mereka menolak mengungkapkan  identitas secara mendetail saat ditemui  di luar Genting Center di Tanjong Pagar, salah satu kantor perusahaan RWS.

Berdasarkan pantauan Channel News Asia pada Rabu (15/7) sore, beberapa pekerja terlihat mengalir keluar dari lobi Genting Center dan pusat konvensi RWS di Sentosa. Mereka  tampak membawa tas besar berisi barang-barang  kantor.

Lalu tampak seorang pria tampak bergegas  masuk keconvention center  mengatakan keChannel News Asia siap menghadiri town hall meeting. Townhall meeting adalah rapat yang diadakan  perusahaan dengan tujuan menyampaikan laporan kepada semua karyawan.

“Saya kemarin dipanggil bagian sumber daya manusia untuk menghadiritown hall meeting. Kemudian hari ini,  saya mengetahui dari beberapa teman, perusahaan akan memberhentikan karyawan. Dan saya salah satu yang dipanggil, ”katanya.

Seorang pekerja di Universal Studio mengatakan, kaget dan panik mendengar keputusan PHK itu. Secara finansial, pasti terganggu. Ia mengaku sedang memikirkan alternatif untuk menyelesaikan masalah ini. "Saya hanya ingin melihat bagaimana kelanjutannya dan melihat alternatif apa yang ditawarkan," tambahnya.

Industri pariwisata memberikan kontribusi sekitar 4% bagi perekonomian Singapura. Sayangnya, pariwisata merupakan sektor terparah yang terimbas pandemi. Sebab telah terjadi pembatasan perjalan yang berlangsung selama berbulan-bulan guna mencegah penyebaran virus corona.

 

Artikel Asli