Rektor: UIN Bandung Kehilangan Salah Satu Alumni Terbaiknya 

REPUBLIKA ONLINE Dipublikasikan 12.13, 07/08/2020 • Heri ruslan
Ketua IKA UIN Sunan Gunung Djati Bandung Dr Reni Marlinawati saat membuka acara Silaturahim Webinar, Kamis (16/7). Sosok yang biasa disapa Teh Reni itu wafat di Jakarta pada Jumat (7/8).
Ketua IKA UIN Sunan Gunung Djati Bandung Dr Reni Marlinawati saat membuka acara Silaturahim Webinar, Kamis (16/7). Sosok yang biasa disapa Teh Reni itu wafat di Jakarta pada Jumat (7/8).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Wafatnya Ketua IKA UIN Bandung, Reni Marlinawati meninggalkan duka mendalam bagi keluarga alumni dan civitas akademika. Rektor UIN Bandung Prof H Mahmud mengatakan, sangat kehilangan salah satu alumni terbaik.

"Atas nama pribadi, keluarga dan civitas akademika UIN Sunan Gunung Djati Bandung, kami sangat kehilangan salah satu alumni terbaik," ujar Prof Mahmud dalam pesan singkatnya kepada Republika.co.id, Jumat (7/8).

Menurut Prof Mahmud, almarhumah adalah alumnus Fakultas Tarbiyah. Sosok yang terpilih sebagai ketua umum IKA UIN Bandung itu, kata Rektor, sangat luar biasa kontribusinya pada kampus.

"Teladan bagi alumni untuk terus berkiprah tiada lelah kepada umat dan bangsa. Kabar duka yang sangat mengagetkan, kami sangat bersedih. Kehilangan putri terbaik kami yang kiprahnya tak diragukan," ungkap Prof Mahmud.

Teh Reni, biasa akrab disapa, kata dia, dikenal sebagai sosok yang sangat ramah, baik dan selalu senang hati membantu siapapun yang membutuhkan. "Semua orang merasakan kehilangan sosok yang benar-benar salehah. Sosok Muslimah yang cerdas. Saya yakin sangat banyak orang yang merasakan kehilangan," ucap Prof Mahmud.

"Saya menyaksikan bagaimana beliau selalu terjun dan bergerak tiada lelah untuk membangun umat," kata Rektor.

 

 

 

 

 

 

Artikel Asli