Rekor Tertinggi Kasus Corona 8 Juli karena Masyarakat Salah Pakai Masker

Suara.com Dipublikasikan 09.32, 08/07 • Pebriansyah Ariefana
Beberapa pekerja kantoran berjalan bersama usai jam kantor di Kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (8/6). [Suara.com/Alfian Winanto]
Beberapa pekerja kantoran berjalan bersama usai jam kantor di Kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (8/6). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Juru Bicara Pemerintah Khusus Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menilai banyaknya penambahan kasus baru hari ini disebabkan oleh masyarkat yang belum sepenuhnya menjalankan protokol kesehatan saat beraktivitas. Banyak warga tak pakai masker.

Yurianto menyebut salah satu contoh masih banyaknya orang yang tidak menutup hidung dan mulutnya dengan masker yang benar.

"Kami melihat banyak yang sudah menggunakan masker tetapi menggunakan masker dengan benar ini masih banyak yang belum dilakukan oleh masyarakat, menggunakan masker hanya menutup mulut saja ini bagian yang paling banyak sehingga tidak memberikan perlindungan sama sekali terhadap kemungkinan masuknya droplet melalui hidung," kata Yurianto dari Kantor BNPB, Jakarta, Rabu (8/7/2020).

Selain itu, Gugus Tugas juga menilai masyarakat masih belum rajin mencuci tangan dengan benar dan masih saja berkerumun.

Oleh sebab itu, dia berharap masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah agar selalu disiplin menjalankan protokol kesehatan yang benar.

"Mari komitmen ini kita perkuat kembali, kita patuhi protokol kesehatan, kita biasakan hal-hal yang membuat kita yakin dan aman terhadap kemungkinan penularan covid-19," tegasnya.

Untuk diketahui, penambahan kasus positif corona pada Rabu (8/7/2020) hari ini mencatatkan rekor tertinggi yakni bertambah 1.863 orang dalam selama 24 jam per pukul 12.00 WIB.

Ribuan orang ini menambah kasus positif virus corona secara akumulatif sejak kasus pertama menjadi total 68.079 orang.

Dari jumlah itu, Yuri menyebut ada tambahan 50 orang meninggal sehingga total menjadi 3.359 jiwa meninggal dunia.

Kemudian, ada tambahan 800 orang yang sembuh sehingga total menjadi 31.585 orang lainnya dinyatakan sembuh.

Sementara Orang Dalam Pemantauan yang masih dipantau 38.498 ODP, dan PDP menjadi 13.636 orang.

Yuri menegaskan semua ini tersebar merata di 34 provinsi dan 456 kabupaten/kota, tidak ada penambahan kabupaten/kota yang baru terinfeksi hari ini.

Artikel Asli