Rekor Spesial Ribery dan Maknanya bagi Fiorentina

kumparan Dipublikasikan 05.44, 23/09/2019 • Yoga Cholandha
Franck Ribery merayakan gol perdananya untuk Fiorentina. Foto: ACF Fiorentina

Ini bukan awal musim yang mudah bagi Fiorentina. Empat pertandingan sudah mereka lewati di Serie A tetapi belum sekali pun mereka memetik kemenangan. Dua hasil imbang dan dua kekalahan membuat Fiorentina kini terjebak di dasar klasemen.

Perlu dicatat, memang, bahwa hasil kurang apik yang dialami Fiorentina terjadi karena mereka sudah bertemu tiga lawan tangguh. Lawan-lawan yang dimaksud adalah Napoli, Juventus, dan Atalanta. Musim lalu tiga tim itu semuanya finis di empat besar.

Maka, Vincenzo Montella pun untuk sementara bisa dimaafkan. Lagipula, penampilan anak-anak asuhnya tidak jelek-jelek amat. Pada laga melawan Napoli mereka memberi perlawanan hebat meski akhirnya kalah 3-4. Lalu, dalam dua partai terakhir mereka menahan imbang Juventus dan Atalanta.

Ini artinya, revolusi sang pemilik baru Rocco Commisso masih berada di trek yang benar. Apalagi, dalam pertandingan melawan Atalanta, Minggu (22/9/2019) malam WIB, pemain yang ditugasi memimpin revolusi tersebut berhasil mencetak gol indah.

Pemain itu adalah Franck Ribery. Setelah 12 musim memperkuat Bayern Muenchen, pria Prancis itu memutuskan untuk menerima tawaran Fiorentina. Dia pun jadi salah satu nama terbesar yang datang ke Serie A pada bursa transfer lalu.

Ribery sendiri butuh waktu untuk masuk ke dalam skuat Fiorentina seutuhnya. Dalam dua pertandingan pertama, menghadapi Napoli dan Genoa, dia hanya turun sebagai pengganti. Ribery baru turun penuh dalam laga melawan Juventus dan Atalanta.

Sebelum pertandingan melawan Juventus, pada jeda internasional, Montella telah menekankan pentingnya Ribery bagi tim berusia rata-rata termuda kedua (25,6 tahun) di Serie A tersebut. Katanya, "[Ribery adalah] pemain bintang yang menjadi besar lewat pengorbanan. Dia adalah contoh bagus bagi semua pemain."

Di laga melawan Atalanta, Ribery menunjukkan kebintangannya. Dalam sebuah situasi serangan balik, Ribery menuntaskan umpan silang akurat Federico Chiesa dengan tembakan voli kaki kiri untuk menaklukkan Pierluigi Golini.

Fiorentina sendiri pada akhirnya memang gagal memetik kemenangan karena Atalanta, yang sebelumnya dipermalukan Dinamo Zagreb di Liga Champions, mampu menyamakan kedudukan. Pertandingan di Ennio Tardini itu berakhir imbang 2-2.

Meski demikian, dari situ terlihat betapa pentingnya Ribery bagi tim. Gol yang dia cetak itu membuatnya jadi pemain dengan usia tertua ketika mencetak gol perdana di Serie A (36 tahun, 168 hari). Selain itu, kontribusi menyeluruhnya juga begitu apik.

WhoScored mencatat bahwa Ribery, selama 68 menit berada di lapangan, mampu menorehkan 2 tembakan dan 4 dribel sukses. Tak cuma itu, eks pemain Galatasaray itu pun sanggup mencatatkan 2 tekel berhasil. Ponten tertinggi (8,08) pun menjadi miliknya.

Namun, perlu diingat pula bahwa ternyata itu semua belum cukup. Fiorentina masih perlu memetik kemenangan. Sampai sekarang mereka sudah gagal menang dalam 18 pertandingan. Ini adalah catatan terburuk klub beralias La Viola itu sejak 81 tahun silam.

Beruntung, pada pekan berikutnya Fiorentina akan mendapatkan lawan relatif mudah bernama Sampdoria. Mengapa dibilang mudah? Well, karena pasukan Eusebio Di Francesco itu saat ini duduk di urutan 19, hanya satu setrip di atas Fiorentina.

Duduk di posisi 19 menunjukkan bahwa Sampdoria saat ini sedang kesulitan dan Fiorentina punya kans untuk memetik kemenangan. Namun, Ribery dkk. tentunya juga harus waspada karena Sampdoria jelas tak mau terus-terusan terpuruk di zona degradasi.

Artikel Asli